Kisah Inspiratif Ibu di Sukabumi: Dana PIP Rp 450 Ribu Beranak-pinak Jadi Tabungan Pendidikan
Sebuah kisah inspiratif dari Sukabumi, Jawa Barat, baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Seorang ibu penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) memilih strategi tak biasa dengan menginvestasikan dana sebesar Rp 450 ribu untuk membeli seekor kambing. Keputusan cerdas ini bertujuan sebagai tabungan jangka panjang demi masa depan pendidikan anaknya.
Kisah ini mencuat setelah akun Instagram @mood.jakar*** pada Rabu, 14 Januari 2026, mengunggah ulang video dari TikTok @sukabumi577. Video tersebut menampilkan pengalaman seorang ibu yang berhasil membuat dana bantuan pendidikan anaknya berkembang biak secara signifikan.
Strategi Cerdas Weni untuk Pendidikan Zahra
Weni, orang tua dari Zahra, siswa SD Negeri Cisitu 2, Kampung Cisitu, Desa Citamiang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, adalah sosok di balik kisah inspiratif ini. Ia mengonfirmasi kepada Kompas.com pada Kamis, 15 Januari 2026, bahwa dana PIP yang diterima anaknya memang dimanfaatkan untuk berinvestasi melalui ternak kambing.
Weni menjelaskan bahwa kondisi ekonomi keluarganya tergolong pas-pasan. Namun, ia bersyukur Zahra terdata sebagai penerima bantuan pendidikan dari pemerintah. “Keluarga kami kalau dari segi ekonomi sedang lah. Karena di sini semua anak di sekolah didata, cuma mungkin sudah rezeki anak aku juga dia dapat PIP,” ujar Weni.
Mengingat perlengkapan sekolah Zahra sudah terpenuhi saat pertama masuk SD, Weni memutuskan untuk tidak langsung menggunakan dana PIP tersebut. Ia mengambil langkah berani dengan membelikan seekor kambing. “Saya sengaja belikan anak kambing karena waktu masuk SD anak saya perlengkapan alhamdulillah sudah ada semua, sudah lengkap. Jadi pas dapat PIP yang pertama nggak beli perlengkapan sekolah dulu,” tuturnya.
Keputusan ini diambil Weni agar dana PIP benar-benar tersimpan dan berkembang. Ia khawatir jika hanya disimpan dalam bentuk uang tunai, nilainya tidak akan bertambah. “Karena niat saya nabung buat anak saya masuk ke jenjang berikutnya. Kalau cuma ditabung uangnya nggak akan bertambah, cuma segitu saja,” katanya.
Hasil Investasi dan Dukungan Sekolah
Strategi Weni membuahkan hasil yang luar biasa. Kambing yang dibeli dari dana PIP tersebut berkembang biak hingga memiliki anak dan cucu. Sebagian kambing bahkan sudah dijual, membuat uang yang semula Rp 450 ribu kini bertambah dan tetap disimpan khusus untuk kebutuhan pendidikan Zahra.
“Alhamdulillah uang yang awalnya 450 ribu sekarang sudah bertambah karena kambing yang saya beli waktu itu sudah beranak-pinak. Saya sudah menjual dua ekor dan uangnya masih saya tabung,” ungkap Weni bangga. Untuk kebutuhan sekolah sehari-hari, Weni mengandalkan dana PIP yang diterima pada tahun-tahun berikutnya. “Perlengkapan sekolah saya beli dari PIP yang tahun berikutnya, yang dapat tiap satu tahun sekali,” jelasnya.
Weni juga menegaskan bahwa keputusan ini diketahui dan disetujui oleh Zahra. Ia selalu menjelaskan kepada anaknya bahwa tabungan tersebut ditujukan demi masa depan pendidikan Zahra. “Anak saya juga tidak keberatan uang PIP-nya saya belikan kambing, karena saya jelaskan itu tabungan untuk masa depan dia juga,” katanya.
Pihak sekolah pun tidak pernah mempersoalkan penggunaan dana tersebut. Bahkan, Weni menyebut kepala sekolah sebelumnya justru mendorong siswa penerima PIP atau PKH agar menyisihkan sebagian dana untuk pendidikan lanjutan. “Di sekolah kami juga tidak ada larangan. Waktu itu kepala sekolah yang dulu malah menyarankan setiap siswa yang dapat PIP atau PKH agar uangnya ditabung sebagian untuk pendidikan selanjutnya,” ujarnya.
Harapan Weni untuk Masa Depan Pendidikan Anak
Ke depan, Weni berharap dukungan pemerintah terhadap pendidikan anaknya tidak terhenti setelah lulus SD. Ia ingin Zahra bisa terus melanjutkan sekolah, bahkan hingga perguruan tinggi. “Harapan saya ke pemerintah, semoga setelah lulus sekolah dasar anak saya masih tetap dapat bantuan, biar anak saya bisa sekolah ke jenjang berikutnya, kalau bisa sampai kuliah,” ucapnya lirih.
“Karena saya selalu berharap anak saya tidak seperti saya. Saya ingin dia punya masa depan yang lebih baik,” jelasnya, menunjukkan tekad kuatnya untuk masa depan sang anak.
Informasi lengkap mengenai kisah inspiratif ini disampaikan melalui wawancara Kompas.com dengan Weni pada Kamis, 15 Januari 2026.