Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah melaporkan bahwa sebanyak 341 jemaah umrah asal Indonesia masih tertahan di Arab Saudi. Para jemaah ini menunggu kepastian jadwal kepulangan di tengah eskalasi situasi keamanan yang terjadi di Timur Tengah.
Situasi Terkini Jemaah Umrah Indonesia di Arab Saudi
Menurut data Satuan Tugas Bandara per 7 Maret 2026 pukul 23.00 waktu setempat, 341 jemaah dari berbagai penyelenggara perjalanan umrah belum dapat kembali ke tanah air. Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menyatakan bahwa para jemaah tersebut untuk sementara diinapkan di sejumlah hotel di Jeddah dan Mekkah.
“Tim di lapangan melakukan monitoring secara intensif terhadap pergerakan jemaah serta kondisi jemaah yang masih menunggu kepastian kepulangan,” ujar Ilham Effendy pada Senin (9/3/2026).
Upaya Penanganan dan Koordinasi KJRI Jeddah
KJRI Jeddah memastikan bahwa pemantauan dan pendataan terhadap kepulangan jemaah umrah dilakukan secara menyeluruh di area layanan bandara. Ilham Effendy menambahkan, pihaknya terus melakukan pendataan terhadap jemaah yang tertahan kepulangannya.
“Kami juga terus melakukan pendataan terhadap jemaah yang tertahan kepulangannya serta berkoordinasi dengan pihak travel dan otoritas terkait agar proses pemulangan dapat segera diselesaikan,” tegasnya.
Proses Pemulangan Berlangsung dan Data Total Jemaah
Di sisi lain, proses pemulangan jemaah umrah Indonesia terus berlangsung melalui sejumlah maskapai. Maskapai yang terlibat antara lain Saudia Airlines, Garuda Indonesia, Lion Air, dan IndiGo.
Pada 7 Maret 2026, tercatat 1.665 jemaah telah dijadwalkan kembali ke tanah air melalui beberapa penerbangan dari Bandara Jeddah. “Secara keseluruhan, hingga saat ini sebanyak 17.447 jemaah umrah Indonesia telah berhasil dipulangkan ke tanah air melalui berbagai penerbangan dari Arab Saudi,” tutur Ilham.
Pendampingan Khusus dan Komitmen Bebas Biaya Tambahan
Selain pemantauan kepulangan secara umum, tim Kantor Urusan Haji Jeddah juga memberikan pendampingan khusus kepada 33 jemaah dari salah satu travel. Jemaah ini saat ini berada di Mekkah dan diinapkan di hotel sambil menunggu kepastian tiket kepulangan.
Ilham Effendy menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan travel serta otoritas terkait di Arab Saudi. Tujuannya adalah agar para jemaah dapat segera dipulangkan tanpa harus terbebani biaya tambahan.
“Kami terus mengupayakan solusi terbaik melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak, agar jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, yang dirilis pada Senin, 9 Maret 2026.
