Berita

KKP Bangun Kawasan Tambak Udang Modern 2.150 Hektare di Sumba Timur untuk Dongkrak Ekonomi

Advertisement

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi memulai pembangunan Kawasan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Proyek strategis ini dirancang untuk memperkuat industri perikanan budidaya nasional sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah pemerintah dalam memperkuat industri perikanan secara berkelanjutan. Kehadiran tambak ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat lokal di Sumba Timur.

Konsep Integrated Shrimp Farming (ISF)

Kawasan tambak udang ini dikembangkan dengan konsep Integrated Shrimp Farming (ISF) yang mengintegrasikan sarana hulu hingga hilir. Pembangunan mencakup berbagai fasilitas vital untuk memastikan proses budidaya berjalan optimal dan ramah lingkungan.

Beberapa fasilitas yang akan dibangun di kawasan ini meliputi:

  • Intake air laut dan tandon utama.
  • Kolam budidaya dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
  • Fasilitas kawasan dan area penghijauan.
  • Pengadaan peralatan serta mesin pendukung produksi.

Nilai Investasi dan Target Produksi

Proyek berskala besar ini menempati lahan seluas kurang lebih 2.150 hektare. Pemerintah mengalokasikan nilai investasi yang cukup signifikan untuk mendukung keberhasilan proyek strategis nasional ini di wilayah timur Indonesia.

Total Luas Lahan2.150 Hektare
Nilai InvestasiUS$ 500 Juta (Rp 7,2 Triliun)
Target Produktivitas55 Ton per Hektare per Siklus
Total Produksi Tahunan52.800 Ton Udang

Tb Haeru Rahayu menambahkan bahwa pembangunan kawasan ini dirancang sebagai role model pengembangan budidaya udang nasional yang modern dan berdaya saing global. Selain fokus pada produksi, proyek ini juga menerapkan standar akuakultur yang baik atau Good Aquaculture Practices.

Advertisement

Dampak Sosial dan Penyerapan Tenaga Kerja

Lokasi pembangunan berada di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai. Saat ini, kegiatan konstruksi telah berjalan dengan dukungan puluhan alat berat serta mulai menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

Kepala Desa Palakahembi, Arif Maramba, memberikan apresiasi atas dimulainya proyek ini. Menurutnya, kehadiran tambak udang terintegrasi membuka peluang besar bagi peningkatan pendapatan warga dan penciptaan lapangan kerja baru bagi generasi muda di Sumba Timur.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya telah menetapkan udang sebagai komoditas unggulan ekspor nasional. Pembangunan kawasan di Waingapu ini menjadi salah satu langkah nyata KKP dalam mendorong produktivitas udang melalui pemodelan tambak modern skala besar.

Informasi lengkap mengenai pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dirilis pada Rabu, 11 Februari 2026.

Advertisement