Klaim Dikubur ke Tanah Selamatkan Korban Sambaran Petir Viral, Ini Kata BRIN dan Dokter
Sebuah unggahan video di media sosial yang memperlihatkan seorang anak diduga tersambar petir lalu dikuburkan ke dalam tanah memicu perdebatan warganet. Narasi yang menyertai video tersebut mengklaim bahwa cara ini dapat menyelamatkan korban sambaran petir, yang kemudian viral pada Minggu, 18 Januari 2026.
Dalam video yang beredar, anak berusia 5 tahun itu dikuburkan hingga menyisakan bagian wajahnya, dikelilingi oleh sejumlah orang dewasa. Akun Instagram @jur********** menulis, “Seorang bocah 5 tahun tersambar petir, selamat karena tubuhnya langsung ditanam di tanah.” Namun, benarkah praktik ini memiliki dasar ilmiah untuk menyelamatkan nyawa?
Praktik Tradisional dan Penjelasan BRIN
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Himma Firdaus, menjelaskan bahwa praktik menguburkan korban ke dalam tanah diduga merupakan bagian dari pengobatan tradisional di sejumlah daerah. “Diketahui bahwa teknik tersebut merupakan pengobatan tradisional untuk orang tersambar petir di salah satu daerah di Indonesia,” kata Himma saat dihubungi pada Jumat, 30 Januari 2026.
Himma menambahkan, berdasarkan keterangan polisi dan tenaga medis yang menangani kasus serupa, korban biasanya tidak menunjukkan luka khas sambaran petir. “Sehingga diduga korban hanya mengalami syok karena petir menyambar di dekatnya, bukan tersambar langsung,” ujarnya. Kasus serupa juga pernah dilaporkan terjadi di Kolombia pada 2013, di mana seorang pria yang terkena sambaran petir disarankan untuk ditanam di dalam tanah guna menetralkan muatan listrik. Namun, tidak ada informasi lanjutan mengenai kondisi akhir pria tersebut.
Dampak Ilmiah Sambaran Petir pada Tubuh Manusia
Meski menghormati praktik budaya, Himma Firdaus menegaskan bahwa dari sisi ilmiah, sambaran petir memiliki dampak yang sangat serius terhadap tubuh manusia. Berdasarkan data National Weather Service Amerika Serikat, petir memiliki tegangan hingga 300 juta volt dan arus sekitar 30.000 ampere.
“Jika tubuh benar-benar tersambar petir, dampaknya bisa berupa luka bakar serta gangguan serius pada fungsi jantung dan paru-paru,” jelas Himma. Ia menambahkan bahwa jantung dan paru-paru manusia bekerja dengan sinyal listrik yang sangat kecil, hanya dalam orde milivolt. Sambaran petir juga dapat mengganggu fungsi pendengaran dan penglihatan.
Menurut Himma, langkah pertama yang seharusnya dilakukan jika seseorang tersambar petir adalah memeriksa denyut jantung dan pernapasan. “Setelah itu segera lakukan bantuan pernapasan dan jantung agar fungsi vital bisa kembali normal, lalu segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya.
Kasus di Langkat dan Tanggapan Dokter
Kasus serupa pernah terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada tahun 2022. Seorang anak berusia 5 tahun dikuburkan setengah badannya di dalam tanah dan ditutup dengan dedaunan setelah diduga tersambar petir. Kepala Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Sei Bingei, Langkat, Mejuah-juah, pada Jumat, 9 Oktober 2022, menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan metode pengobatan tradisional bagi masyarakat Karo.
“Sepengetahuan kami, orang Karo dari orang dulu-dulu memang begitu cara mengobatinya. Ya kita masyarakat Karo memang tahunya begitu. Kena petir, ditanam lalu ditutupi daun pisang. Beberapa waktu lalu juga pernah ada kejadian seperti itu. Juga dikubur begitu dan sembuh,” kata Mejuah-juah, dikutip dari Kompas.com pada Selasa, 8 Oktober 2022.
Menanggapi kasus tersebut, Dokter Umum di Puskesmas Gedongan, Kota Mojokerto, dr. Wahyu Tri Kusprasetyo, menduga korban sebenarnya tidak tersambar petir secara langsung, melainkan hanya kaget karena petir menyambar dekat tubuhnya. “Karena jika tersambar petir, minimal ada bekas luka bakar atau luka seperti akar rumput. Beda cerita jika (dia) kaget di dekatnya ada sambaran petir,” ujar Wahyu pada Kamis, 6 Oktober 2022.
Menurut dr. Wahyu, orang yang tersambar petir sangat kecil kemungkinannya untuk selamat, terlebih jika petir langsung masuk ke dalam tubuh. Sambaran petir bisa mengganggu jantung dan menyebabkan luka bakar karena suhunya yang ekstrem. “Biasanya orang yang tersambar petir mengalami beberapa luka bakar khas seperti akar pohon (arbor vitae),” pungkasnya.
Informasi lengkap mengenai dampak sambaran petir dan penanganan yang tepat disampaikan melalui pernyataan resmi BRIN dan tanggapan ahli medis yang dirilis pada 30 Januari 2026.