Komdigi Pertahankan Blokir Grok AI: Fitur Manipulasi Foto Jadi Konten Vulgar Jadi Sorotan Utama
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia menegaskan akan tetap memblokir Grok AI, chatbot yang terintegrasi langsung dengan X (sebelumnya Twitter). Pemblokiran ini akan terus berlanjut kecuali perusahaan menghapus fitur yang memungkinkan manipulasi foto seseorang menjadi konten vulgar.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menjelaskan bahwa tindakan tersebut telah melanggar peraturan yang ditetapkan pemerintah. Peraturan yang dimaksud meliputi Undang-undang ITE, Undang-undang Pornografi, serta sejumlah Peraturan Menteri (Permen) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Komdigi.
Alasan Pemblokiran dan Pelanggaran Aturan
Nezar Patria menyatakan, “Jadi saya kira cukup kuat alasan kita untuk mem-ban sementara Grok sampai dengan fitur tersebut bisa dihapuskan. Karena tindakan itu menurut saya tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut di sini, di mana foto bisa diubah dengan generatif AI menjadi foto-foto yang sifatnya pornografis.” Pernyataan ini disampaikan Nezar usai acara Infrastruktur Digital & Ketahanan Warga Pascabencana di Aceh, Perpustakaan Komdigi, Jakarta, pada Kamis (22/1/2026).
Sebelumnya, pada Sabtu, 10 Januari 2026, Komdigi secara resmi melakukan pemutusan akses sementara terhadap fitur Grok. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai respons mendesak untuk melindungi perempuan, anak, dan seluruh warga negara dari risiko penyalahgunaan teknologi AI.
“Demi melindungi perempuan, anak, dan seluruh masyarakat dari risiko konten pornografi palsu yang dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan artifisial, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital melakukan pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok,” tegas Meutya Hafid dalam pernyataan resminya di Jakarta pada 10 Januari.
Komunikasi dengan Pihak X
Nezar Patria mengungkapkan bahwa Komdigi telah berkomunikasi dengan pihak X terkait masalah ini. Namun, ia tidak merinci hasil diskusi yang telah berlangsung. “Baru berkontak, jadi masih dalam diskusi dan masih dalam perbincangan,” pungkasnya.
Cuplikan terbaru dan informasi detail mengenai Grok AI dapat diakses melalui kanal resmi X atau Komdigi.