Komisi V DPR RI menyoroti sejumlah titik kemacetan yang kerap muncul setiap musim mudik Lebaran dan dinilai belum pernah berhasil diatasi oleh pemerintah. Fokus utama sorotan tertuju pada Jalan Tol Jakarta-Merak dan Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni, yang disebut sebagai pekerjaan rumah tahunan.
Sorotan Komisi V DPR Terhadap Kemacetan Abadi
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, dalam rapat koordinasi persiapan mudik Lebaran 2026 bersama pemerintah pada Rabu (11/3/2026), mengungkapkan kekhawatirannya. Menurutnya, simpul-simpul transportasi seperti Jalan Tol Jakarta-Merak, Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni, serta Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk selalu menjadi titik kepadatan.
“Kita seperti ibarat orang enggak pernah selesai, Pak, di sini. Kalau orang kuliah itu ibarat SKS-nya itu enggak lulus-lulus kita di beberapa titik ini,” kata Lasarus. Ia secara khusus menegaskan bahwa kendala di Merak-Bakauheni hampir setiap tahun terulang.
Permintaan Koordinasi Lintas Sektor dan Kunjungan Kerja
Menyikapi kondisi tersebut, Lasarus meminta pemerintah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor menjelang mudik Lebaran 2026. Koordinasi ini diharapkan melibatkan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, operator transportasi, dan badan usaha jalan tol (BUJT), terutama pada simpul transportasi yang selama ini menjadi titik kepadatan.
“Dalam masa sisa waktu beberapa hari ke depan, pemerintah diwajibkan untuk memantapkan koordinasi lintas sektor, baik antar kementerian/lembaga, pemerintah daerah, operator transportasi, dan BUJT, terutama di simpul titik layanan transportasi yang padat dan macet setiap tahun,” tutur politikus PDI-P itu.
Lasarus juga menyampaikan bahwa Komisi V DPR akan melakukan kunjungan kerja langsung ke penyeberangan Merak-Bakauheni dan meninjau jalan tol akses Jakarta menuju Pelabuhan Merak untuk melihat kesiapan di lapangan.
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama pada 14-15 Maret dan gelombang kedua pada 18-19 Maret 2026.
“Untuk arus baliknya, puncaknya diperkirakan akan jatuh pada tanggal 24, 25 Maret, lalu yang kedua di tanggal 28 dan 29 Maret,” ujar AHY dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu.
AHY juga memprediksi jumlah perjalanan masyarakat selama periode mudik Lebaran tahun ini mencapai 143,9 juta perjalanan. Pergerakan masyarakat terbanyak diprediksi menuju wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.
Dominasi Kendaraan Pribadi dalam Mobilitas Mudik
Dari sisi moda transportasi, kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk pulang ke kampung halaman. AHY mencatat, sekitar 52 persen pemudik diperkirakan akan menggunakan mobil pribadi.
Selain mobil pribadi, moda transportasi lain yang juga banyak digunakan pemudik adalah sepeda motor dan bus umum. “Jadi bisa dibayangkan bahwa memang bicara mudik berarti beban utama ada di jalan-jalan raya, baik jalan tol, jalan nasional, termasuk jalan-jalan arteri yang kemudian akan digunakan menuju ke kabupaten/kota tujuan masyarakat,” jelas AHY.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Komisi V DPR RI dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang dirilis pada Rabu, 11 Maret 2026.
