Berita

Konflik Timur Tengah: Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia di Jalur Bebas Aktif dan Tidak Memihak

Advertisement

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia berada pada jalur yang benar terkait konflik di Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan saat meresmikan Jembatan Bailey dan Jembatan Armco di Aceh pada Senin, 9 Maret 2026.

Sikap Politik Luar Negeri Indonesia

Prabowo mengingatkan kembali sikap Indonesia yang menganut prinsip bebas aktif dan non-blok, serta tidak memihak pihak manapun dalam konflik global. Ia menekankan bahwa posisi ini adalah jalur yang sudah benar bagi bangsa.

“Bangsa kita negara kita berada dalam jalur yang sudah benar, kita berada di jalur tidak memihak. Kita selalu berada di jalur bebas aktif, non blok,” ujar Prabowo dalam kesempatan tersebut.

Konteks Konflik Global dan Dampaknya

Presiden Prabowo menyoroti eskalasi konflik di berbagai kawasan dunia, termasuk perang besar di Eropa dan situasi yang kini melanda hampir seluruh Timur Tengah. Meskipun secara geografis Indonesia jauh, ia menyebut bahwa bumi telah menjadi kecil.

“Di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia. Terutama di kawasan Timur Tengah. Beberapa saat yang lalu kita menyadari ada perang besar di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena. Walaupun kita berada secara geografis jauh dari tempat itu, tapi bumi kita sudah menjadi sesungguhnya kecil,” jelasnya.

Advertisement

Menurut Prabowo, apa yang terjadi di satu kawasan akan memengaruhi kawasan-kawasan lain. Oleh karena itu, sikap netral dan bebas aktif Indonesia menjadi krusial.

Penghormatan Terhadap Semua Bangsa

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin bergabung dengan blok manapun. Ia mengklaim bahwa Indonesia menghormati semua negara dan kekuatan yang ada di Bumi.

“Kita tidak ingin ikut blok manapun, kita menghormati semua kekuatan, kita menghormati semua negara. Itulah Indonesia. Bhineka Tunggal Ika di dalam negeri, tapi juga ke luar negeri kita hormati semua bangsa,” imbuhnya.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Presiden Prabowo Subianto yang dirilis pada Senin, 9 Maret 2026.

Advertisement