Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengeklaim bahwa peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 akan dihadiri oleh sekitar 250 ribu buruh. Acara akbar ini dijadwalkan berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada 1 Mei 2026. Klaim tersebut disampaikan Andi Gani dalam acara silaturahmi Ramadhan bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa, 10 Maret 2026.
Kehadiran Presiden dan Peresmian Museum Marsinah
Dalam kesempatan yang sama, Andi Gani juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan menghadiri peringatan May Day di Monas. Kepastian kehadiran Presiden didapatkan setelah pihaknya bertemu langsung dalam pertemuan tertutup pada Jumat pekan lalu, yang berlangsung selama kurang lebih dua jam.
“Kami baru saja bertemu Presiden dalam pertemuan tertutup pada hari Jumat lalu selama kurang lebih dua jam. Dalam pertemuan tersebut beliau memastikan akan hadir langsung pada peringatan May Day di Monas, Jakarta,” ungkap Andi Gani.
Selain merayakan Hari Buruh, Presiden Prabowo juga dijadwalkan meresmikan Museum Ibu Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada 2 Mei 2026. Museum ini dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Marsinah, yang dikenal sebagai simbol perjuangan hak-hak buruh di Indonesia. Menurut Andi Gani, pembangunan museum ini menjadi momentum penting bagi kaum pekerja setelah perjuangan panjang selama puluhan tahun untuk mengenang Marsinah.
Rangkaian peringatan May Day tahun ini juga akan dimeriahkan dengan kehadiran lima pimpinan serikat buruh dunia yang dijadwalkan datang ke Jakarta. Meskipun diperkirakan dihadiri ratusan ribu buruh, Andi Gani memastikan peringatan May Day akan berlangsung secara damai dan tertib. “Kami akan terus bersama-sama menjaga Indonesia dan memastikan stabilitas serta solidaritas tetap terjaga selamanya,” tegasnya.
Pesan Kapolri untuk Solidaritas Buruh
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut mengajak kalangan buruh untuk tetap solid dan menjaga persatuan. Hal ini penting dalam menghadapi dinamika situasi global yang berpotensi berdampak pada kondisi di dalam negeri. Menurutnya, perkembangan situasi global belakangan ini berpotensi menimbulkan dampak terhadap berbagai sektor di dalam negeri, sehingga seluruh elemen bangsa perlu menjaga nilai persatuan dan kesatuan.
“Dalam kesempatan silaturahmi ini, saya mengajak teman-teman serikat buruh khususnya dari KSPSI untuk selalu waspada dan kita juga bersatu menghadapi situasi kondisi global,” ungkap Sigit.
Sigit juga menyinggung upaya pemerintah yang terus mendorong diplomasi perdamaian di tingkat global. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto tengah berupaya kuat untuk mendorong terciptanya perdamaian dunia. Oleh karena itu, Sigit mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk buruh, untuk mendukung berbagai langkah pemerintah tersebut.
Inovasi Polri dalam Ketenagakerjaan
Dalam kesempatan yang sama, Andi Gani juga mengapresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang dinilai mendukung berbagai inisiatif terkait perlindungan pekerja. Salah satunya melalui pembangunan Museum Marsinah serta pembentukan Desk Ketenagakerjaan di Polri. Desk Ketenagakerjaan ini disebut menjadi salah satu inovasi dalam penanganan persoalan ketenagakerjaan.
Andi Gani menilai keberadaan Desk Ketenagakerjaan tersebut membantu memfasilitasi penyelesaian berbagai persoalan buruh melalui kolaborasi berbagai pihak.
Informasi mengenai persiapan Hari Buruh Internasional 2026 dan agenda terkait disampaikan melalui pernyataan resmi Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Selasa, 10 Maret 2026.
