Laporan ILO 2025 Ungkap Bhutan Puncaki Daftar Negara dengan Jam Kerja Terberat di Dunia, Bagaimana Posisi Indonesia?
Budaya kerja di berbagai negara terus berkembang, dipengaruhi oleh norma sosial, tekanan ekonomi, dan kebutuhan industri. Meskipun sebagian negara mulai memprioritaskan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, banyak negara lain masih mengandalkan jam kerja panjang sebagai pilar utama aktivitas ekonomi mereka.
Fenomena jam kerja yang berat ini umumnya ditemukan di negara-negara berkembang. Hal ini seringkali disebabkan oleh tingkat otomatisasi yang masih rendah serta sektor informal yang besar. Selain itu, tekanan ekonomi juga mendorong para pekerja untuk bertahan lebih lama di tempat kerja demi menjaga stabilitas pendapatan rumah tangga dan keberlangsungan industri.
Kesenjangan Jam Kerja Global Menurut ILO 2025
Data terbaru dari Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organization/ILO) tahun 2025 menunjukkan adanya kesenjangan jam kerja yang sangat lebar antarnegara. Laporan ini juga menyoroti perbedaan signifikan antara jam kerja pekerja laki-laki dan perempuan di banyak wilayah.
ILO mencatat bahwa perbedaan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Di antaranya adalah struktur ekonomi, tingkat industrialisasi, serta kebijakan ketenagakerjaan yang berlaku di masing-masing negara.
Bhutan Puncaki Daftar Negara dengan Jam Kerja Terberat
Berdasarkan data ILO 2025, Bhutan menempati posisi teratas sebagai negara dengan jam kerja terberat. Rata-rata jam kerja mingguan di negara tersebut mencapai 54,5 jam.
Sektor pertanian dan pariwisata menjadi tulang punggung ekonomi Bhutan, yang menuntut durasi kerja panjang dari tenaga kerjanya. Pekerja laki-laki di Bhutan rata-rata bekerja 55 jam per minggu, sementara perempuan sekitar 53,7 jam.
Sudan berada di posisi kedua dengan rata-rata jam kerja 50,8 jam per minggu. Struktur sosial dan nilai tradisional turut membentuk pola kerja di negara ini, dengan pekerja laki-laki mencatat sekitar 51,9 jam dan perempuan rata-rata 45,7 jam per minggu.
Lesotho, Republik Kongo, dan Uni Emirat Arab (UEA) menyusul dalam daftar tersebut dengan karakteristik ekonomi yang beragam. Lesotho mencatat rata-rata 50,2 jam per minggu, didorong oleh sektor pertanian dan ketergantungan pada tenaga kerja migran.
Republik Kongo memiliki rata-rata 48,7 jam per minggu, terutama di sektor sumber daya alam. Sementara itu, UEA mencerminkan budaya kerja modern dengan tempo tinggi, mencapai rata-rata 48,4 jam per minggu. Perbedaan jam kerja laki-laki dan perempuan di UEA relatif kecil, sejalan dengan sistem ketenagakerjaan yang lebih terstruktur.
Perbedaan Signifikan Jam Kerja Pria dan Wanita
Pakistan menempati peringkat kesembilan dengan rata-rata jam kerja 47,5 jam per minggu. Negara ini mencatat kesenjangan gender yang tajam dalam hal jam kerja.
Pekerja laki-laki di Pakistan bekerja sekitar 51,1 jam per minggu, sedangkan perempuan hanya sekitar 35 jam. Perbedaan serupa juga terlihat di sejumlah negara lain dalam daftar ILO.
Faktor budaya, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan, dan pembagian peran domestik masih menjadi penentu utama perbedaan jam kerja berdasarkan gender. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingginya jam kerja tidak selalu berbanding lurus dengan pemerataan partisipasi tenaga kerja, terutama bagi perempuan.
Posisi Indonesia dalam Peta Jam Kerja Dunia
Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Dikutip dari laman Human Resources Online, rata-rata orang Indonesia bekerja sekitar 37,6 jam per minggunya.
Angka ini menempatkan Indonesia di posisi di atas 20, bersama dengan Taiwan dan Filipina. Ini menunjukkan bahwa jam kerja di Indonesia relatif lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara yang masuk dalam daftar teratas ILO.
Daftar Lengkap 10 Negara dengan Jam Kerja Terberat
Berikut adalah daftar 10 negara dengan jam kerja terberat di dunia menurut laporan ILO 2025:
| Negara | Rata-rata Jam Kerja per Minggu |
| Bhutan | 54,5 jam |
| Sudan | 50,8 jam |
| Lesotho | 50,2 jam |
| Republik Kongo | 48,7 jam |
| Uni Emirat Arab | 48,4 jam |
| Sao Tome dan Principe | 48,2 jam |
| Yordania | 47,8 jam |
| Liberia | 47,5 jam |
| Pakistan | 47,5 jam |
| Qatar | 46,8 jam |
Informasi lengkap mengenai data jam kerja global ini disampaikan melalui laporan resmi Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang dirilis pada tahun 2025.