Sepak Bola

Legenda Basket Mario Wuysang Soroti Keunggulan Format Kandang-Tandang IBL: Atmosfer Lebih Hidup

Advertisement

Legenda basket Indonesia, Mario Wuysang, menyatakan penyesalannya karena tidak sempat merasakan format pertandingan kandang-tandang (home and away) di Indonesian Basketball League (IBL) semasa aktif bermain. Menurutnya, sistem yang mulai diterapkan IBL sejak tahun 2024 ini merupakan format yang ideal dan seharusnya sudah diberlakukan sejak lama.

Penilaian Positif terhadap Format Kandang-Tandang IBL

Mario Wuysang, yang pernah menjadi andalan Aspac Jakarta, secara terang-terangan mengungkapkan dukungannya terhadap sistem home and away. Ia menilai format ini jauh lebih baik dibandingkan sistem series yang sebelumnya digunakan.

“Saya sangat suka dengan home and away, saya berharap sistem ini bisa diterapkan dahulu ketika saya masih bermain. Saya tidak pernah suka sistem series,” ujar Mario dalam akun Uncleroetalk, dikutip dari keterangan tertulis pada Kamis (26/2/2026).

Perbincangan mengenai format kompetisi ini terjadi saat Mario Wuysang berdialog dengan pemain Kesatria Bengawan Solo, Avan Seputra.

Dampak Positif pada Atmosfer Pertandingan dan Okupansi Penonton

Wuysang meyakini bahwa format kandang-tandang mampu menghadirkan atmosfer pertandingan yang jauh lebih hidup dan meriah. Hal ini terutama akan terasa di kota-kota besar dengan basis penggemar basket yang kuat seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Solo.

Mantan pebasket yang memulai kariernya di Indonesia pada tahun 2003 ini juga menilai sistem home and away dapat memberikan keuntungan signifikan bagi tim-tim yang memiliki dukungan suporter yang solid, termasuk Kesatria Bengawan Solo. Ia memprediksi tingkat okupansi penonton di arena pertandingan akan turut terdorong naik secara drastis.

Advertisement

“Dan dengan format ini seharusnya setiap pertandingan KBS bisa selalu penuh karena Solo merupakan satu di antara kota yang atmosfer basketnya luar biasa,” tambah Mario Wuysang.

Jejak Karier Mario Wuysang dan Kenangan Atmosfer Basket Indonesia

Mario Wuysang memiliki rekam jejak panjang dalam kancah basket Indonesia, dengan karier yang membentang hingga tahun 2018 saat ia memutuskan pensiun. Selain Aspac Jakarta, ia pernah memperkuat tim-tim besar seperti Garuda Bandung, Satria Muda, Indonesia Warriors, dan CLS Knights.

Ia mengenang bagaimana antusiasme penonton basket di Indonesia selalu luar biasa sejak awal kariernya. “Sejak 2003 ketika saya datang ke sini, para penonton selalu penuh di Bandung, Surabaya, bahkan untuk turun dari bus saja susah saat itu,” tutur Mario Wuysang yang menutup karier basketnya di CLS Knights.

Informasi lengkap mengenai pandangan Mario Wuysang ini disampaikan melalui akun Uncleroetalk yang dirilis pada Kamis, 26 Februari 2026.

Advertisement