LG Electronics: Tak Lagi Prioritaskan TV 8K dalam Lini Produk 2026, Pasar 8K Kian Redup
Teknologi televisi resolusi 8K yang sempat digadang-gadang sebagai masa depan industri, kini menunjukkan tanda-tanda kehilangan daya tarik. Sejumlah produsen elektronik raksasa mulai realistis dan perlahan meninggalkan segmen tersebut, dengan LG Electronics menjadi nama besar terbaru yang mengonfirmasi tren ini pada Rabu, 04 Februari 2026.
Produsen Raksasa Mundur dari Segmen TV 8K
Fenomena “mundur teratur” ini telah terlihat dari langkah beberapa merek besar seperti TCL dan Sony yang belakangan mengurangi fokus mereka pada lini produk 8K. Keputusan LG untuk tidak lagi menjadikan TV 8K sebagai prioritas dalam jajaran produk terbarunya di tahun 2026 seolah menjadi penegas bahwa pasar TV 8K memang sedang tidak baik-baik saja.
Padahal, industri ini sempat sangat ambisius. Sharp menjadi pionir dengan memamerkan prototipe TV 8K pertama di CES 2012 dan mulai menjualnya di Jepang pada 2015 dengan harga fantastis 16 juta yen, atau sekitar Rp 1,7 miliar pada kurs saat itu.
Dukungan ekosistem pun sempat menguat ketika VESA dan HDMI Forum merilis standar kabel pendukung pada 2016. Samsung kemudian mencoba mempopulerkannya di pasar Amerika Serikat pada 2018 dengan harga mulai 3.500 dollar AS. LG sendiri sempat ikut meramaikan persaingan dengan merilis TV OLED 8K pertamanya pada 2019, mempertegas klaim bahwa 8K adalah “the future”.
Tiga Alasan Utama di Balik Redupnya Pasar TV 8K
Realitas pasar berkata lain, dan kini sebagian besar merek, termasuk LG, akhirnya “menyerah” pada kenyataan bahwa konsumen tidak terlalu menginginkan TV 8K. Menurut rangkuman KompasTekno dari Arstecnica, ada sejumlah alasan di balik fenomena ini:
- Konten dengan resolusi 8K asli (native) masih sangat langka hingga hari ini.
- Keterbatasan biologis mata manusia membuat perbedaan ketajaman antara TV 4K dan 8K hampir mustahil dibedakan, khususnya di ruang keluarga dengan jarak pandang terbatas.
- Regulasi ketat di Uni Eropa terkait batas konsumsi energi perangkat elektronik juga “mencekik” pengembangan TV 8K yang secara teknis memang lebih boros listrik.
Saat ini, hanya Samsung yang terlihat masih cukup konsisten mempertahankan produk TV 8K mereka di pasar global. Sementara itu, vendor lainnya memilih kembali fokus menyempurnakan kualitas panel 4K.
Informasi lengkap mengenai tren penurunan pasar TV 8K ini disampaikan melalui berbagai laporan industri dan pernyataan resmi dari produsen elektronik terkemuka.