Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersama Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diklitbang) PP Muhammadiyah resmi mengawali kolaborasi strategis pendanaan riset. Program bertajuk “RISPRO Invitasi Berkemajuan” ini mendapatkan dukungan dana sebesar Rp 20 miliar melalui skema pooling funding, dengan kontribusi setara masing-masing Rp 10 miliar.
Kesepakatan kerja sama tersebut ditandatangani pada Kamis, 19 Februari 2026, di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kolaborasi ini menandai Muhammadiyah sebagai organisasi pertama yang menjalin kerja sama riset dengan LPDP.
Kolaborasi Pendanaan untuk Daya Saing Global
Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi penting untuk meningkatkan daya saing global Indonesia, yang tercermin dalam Global Innovation Index (GII). Skema pooling funding yang digunakan merupakan himpunan dana dari berbagai sumber, termasuk swasta, donatur, dan filantropi, ke dalam wadah terstruktur dan berkelanjutan.
“Harapannya upaya-upaya untuk menggerakkan ekosistem tertarget seperti Muhammadiyah dan industri tertarget lainnya benar-benar bisa menggerakkan dan memastikan keluaran hasil riset itu bisa digunakan,” ujar Ayom, seperti dilansir laman LPDP pada Senin, 23 Februari 2026. Ia menambahkan, LPDP senantiasa mendorong pendanaan riset dari sumber-sumber lain, khususnya melalui filantropi dan organisasi.
26 Proposal Riset Unggulan dari Berbagai Kampus
Setelah melalui rangkaian seleksi ketat yang berlangsung sejak September hingga Desember 2025, sebanyak 26 proposal riset unggulan berhasil terpilih. Proposal-proposal ini berasal dari 13 universitas, menunjukkan inklusivitas program yang tidak hanya melibatkan jaringan internal Muhammadiyah, tetapi juga kampus negeri seperti Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Fokus riset yang didanai mencakup lima tema strategis, yaitu:
- Ketahanan Pangan dan Pertanian
- Transisi Energi, Material, dan Manufaktur
- Kesehatan
- Rekayasa dan Teknologi Digital
- Sosial, Ekonomi (Hijau & Biru), dan Humaniora
Muhammadiyah sebagai “Laboratorium Hidup” untuk Hilirisasi Riset
Penandatanganan kerja sama ini sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan 26 proposal riset unggulan terpilih. Berbagai proposal tersebut secara khusus diarahkan untuk menghasilkan teknologi tepat guna serta hilirisasi yang akan diterapkan langsung melalui jejaring luas Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Ayom Widipaminto menjelaskan, “Dengan lebih dari 160 perguruan tinggi dan ratusan rumah sakit, ekosistem Muhammadiyah menjadi ‘laboratorium hidup (living lab)’ yang ideal untuk proses sandboxing. Pendanaan bersama ini memastikan hasil riset benar-benar di hilirisasi, digunakan, dan dirasakan manfaatnya secara konkret oleh masyarakat melalui unit-unit amal usaha.” Hasil riset ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem AUM di seluruh Indonesia, mulai dari unit bisnis pendidikan, layanan kesehatan di rumah sakit, hingga penguatan kapasitas kelompok tani binaan.
Mendukung Visi Indonesia Emas 2045
Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Bambang Setiaji, mengingatkan para peneliti untuk menjaga integritas dalam menjalankan amanah ini. “Kolaborasi ini harus dijaga dengan penuh integritas agar kepercayaan publik dan amanah riset tetap terpelihara. Kami berharap riset-riset yang dijalankan melalui program ini dapat memberi manfaat nyata, bukan hanya bagi ekosistem Muhammadiyah, tetapi juga untuk kemajuan Indonesia,” tegas Bambang.
Sebagai langkah awal pelaksanaan, para periset kini tengah menjalani pembekalan intensif terkait prosedur pencairan dana, monitoring, serta evaluasi guna memastikan proyek berjalan transparan dan akuntabel.
Informasi lengkap mengenai program RISPRO Invitasi Berkemajuan ini disampaikan melalui pernyataan resmi LPDP dan PP Muhammadiyah yang dirilis pada Senin, 23 Februari 2026.
