Edukasi

LPDP Tegaskan Sanksi Pengembalian Dana Bagi Awardee yang Abaikan Kewajiban Kontribusi Negara

Advertisement

Pasangan suami istri alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas dan Arya Pamungkas Iwantoro, tengah menjadi sorotan publik. Polemik ini mencuat setelah Dwi memamerkan paspor anaknya yang telah disetujui menjadi warga negara Inggris di media sosial, memicu reaksi warganet dan tanggapan resmi dari pihak LPDP.

LPDP Panggil Arya Pamungkas Terkait Kewajiban Kontribusi

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyatakan akan memanggil Arya Pamungkas Iwantoro, suami Dwi Sasetyaningtyas, untuk meminta klarifikasi. Pemanggilan ini terkait dugaan bahwa Arya belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya kepada negara setelah menamatkan studi dengan beasiswa LPDP.

Meskipun Dwi Sasetyaningtyas telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya, LPDP menegaskan akan melanjutkan proses penindakan. “Serta akan melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi,” tulis LPDP melalui akun X @LPDP_RI pada Jumat, 20 Februari 2026.

Riwayat Pendidikan dan Karier Dwi Sasetyaningtyas

Berdasarkan profil LinkedIn dan berbagai sumber daring, Dwi Sasetyaningtyas memulai pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2009, mengambil program studi Teknik Kimia. Selama setahun, ia pernah menjabat sebagai asisten laboratorium Teknik Kimia dan berhasil lulus pada tahun 2013 dengan IPK 3,34.

Setelah meraih gelar Sarjana, Dwi sempat berkarier di perusahaan multinasional P&G sebagai Customer Business Development Manager selama dua tahun. Ia kemudian melanjutkan studi S2 dengan beasiswa LPDP PK-35 di Delft University of Technology, Belanda, dari tahun 2015 hingga 2017, memilih jurusan Sustainable Energy Technology.

Dalam penyusunan tesisnya, Dwi melakukan proyek penelitian mengenai sistem solar Photovoltaic (PV) dengan tujuan mengidentifikasi model bisnis yang paling sesuai bagi perusahaan panel surya untuk menyediakan listrik di daerah pedesaan, seperti di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Setelah menyelesaikan studi Master, ia sempat bekerja sebagai Project Assistant di Belanda sebelum mendirikan Sustaination, sebuah bisnis produk ramah lingkungan, pada tahun 2018. Sejak tahun 2020, Dwi menjabat sebagai Co-founder di perusahaan tersebut.

Advertisement

Profil Akademik dan Profesional Arya Pamungkas Iwantoro

Arya Pamungkas Iwantoro dikenal sebagai peneliti sekaligus konsultan riset senior di bidang pemodelan pesisir. Ia merupakan bagian dari Coastal Marine Applied Research (CMAR), sebuah tim konsultan berbasis riset di School of Biological and Marine Sciences, Universitas Plymouth, Inggris.

Arya menuntaskan pendidikan S1 di ITB pada jurusan Teknik Kelautan pada tahun 2013. Ia kemudian melanjutkan studi S2 dan S3 di Utrecht University, Belanda, dengan beasiswa LPDP. Untuk jenjang S2, ia mengambil bidang Coastal Dynamics and Fluvial Systems, Physical Geography. Sementara itu, gelar PhD di bidang Physical Geography berhasil diraihnya dari Utrecht University pada tahun 2022 setelah menempuh studi sejak tahun 2017.

Setelah meraih gelar doktor, Arya melanjutkan penelitian pascadoktoral di Universitas Exeter, Inggris, selama dua setengah tahun. Selain itu, Arya juga merupakan Co-founder Lingkari Institute, sebuah lembaga yang berfokus pada pendidikan dan penelitian di bidang lingkungan.

Informasi lebih lanjut mengenai polemik ini serta tanggapan resmi LPDP disampaikan melalui pernyataan resmi lembaga tersebut yang dirilis pada Jumat, 20 Februari 2026, melalui akun media sosial X @LPDP_RI.

Advertisement