Edukasi

Lukas Kbarek Ungkap Peran Beasiswa ADEM dalam Membentuk SDM Unggul Papua, Kini Berkarir di Kemenlu.

Advertisement

Lukas Norman Kbarek, putra daerah asal Kabupaten Biak Numfor, Papua, berhasil menorehkan prestasi gemilang di bidang pendidikan. Ia sukses meraih gelar Master (S2) Hukum Internasional dari Lancaster University, Inggris, setelah menempuh pendidikan dari SMA hingga S1 melalui program beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK). Kini, Lukas mengabdi sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kementerian Luar Negeri.

Perjalanan Pendidikan dari Papua hingga Inggris

Perjalanan pendidikan Lukas dimulai saat ia mendapatkan beasiswa ADEM untuk menempuh pendidikan di SMA Bhineka Tunggal Ika Yogyakarta. Setelah menyelesaikan jenjang menengah, ia melanjutkan studi S1 melalui Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali.

“Bagi saya, ADEM merupakan life changing experience, program yang membantu anak-anak Papua untuk bisa lebih berkembang di lingkungan yang berbeda,” kata Lukas, dikutip dari keterangan tertulis pada Sabtu (21/2/2026).

Jiwa kepemimpinan Lukas terlihat jelas selama masa kuliah S1. Ia aktif mengikuti Asia Youth International Model United Nations 2018 di Thailand dan berhasil menjadi finalis Duta Muda ASEAN 2019. Pencapaian ini menunjukkan potensi besar Lukas dalam kancah internasional.

Raih Gelar Master Hukum Internasional dengan Beasiswa LPDP

Usai lulus S1, Lukas kembali mendapatkan kesempatan emas untuk melanjutkan pendidikan S2 di Lancaster University, Inggris. Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menjadi jembatan baginya untuk meraih gelar LL.M dalam bidang Hukum Internasional hanya dalam waktu satu tahun.

Ketertarikan Lukas pada hukum internasional lahir dari empati mendalam terhadap masyarakat di tingkat akar rumput. Ia meyakini bahwa isu global seperti Hak Asasi Manusia (HAM), lingkungan hidup, dan perdamaian memiliki dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Saya berharap tercipta SDM unggul dari anak asli Papua sehingga dengan kecerdasannya mampu bersaing di forum nasional bahkan internasional,” ujarnya, menegaskan visinya untuk kemajuan tanah kelahirannya.

Advertisement

Mengabdi di Kemenlu dan Pesan Inspiratif

Dengan bekal pendidikan yang mumpuni, Lukas kini mengabdi sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kementerian Luar Negeri. Pengabdian ini menjadi bukti nyata komitmennya untuk berkontribusi bagi bangsa.

Bagi Lukas, setiap langkah yang ia ambil sejak merantau ke Jawa hingga Bali selalu mempertemukannya dengan sosok-sosok inspiratif. “Saya bertemu banyak orang baik dan orang hebat yang menginspirasi sehingga membuat saya lebih termotivasi untuk terus meraih mimpi,” pungkasnya.

Mengenal Lebih Dekat Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM)

Program ADEM merupakan inisiatif strategis yang telah berjalan sejak tahun 2013 di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program ini dirancang untuk menjangkau tiga kategori penerima manfaat.

  • Wilayah Papua
  • Daerah khusus, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T)
  • Anak-anak pekerja migran melalui jalur Repatriasi

Berdasarkan Capaian ADEM tahun 2025, sebanyak 4.616 siswa telah merasakan manfaat bantuan pendidikan ini, dengan total realisasi anggaran mencapai Rp 90 miliar. Program ini terus berupaya menciptakan sumber daya manusia unggul dari berbagai daerah di Indonesia.

Informasi lengkap mengenai perjalanan inspiratif Lukas Norman Kbarek ini disampaikan melalui keterangan resmi yang dirilis pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Advertisement