Berita

Mahasiswa STIK Angkatan 83 Berikan Trauma Healing dan Bantuan Sosial bagi Korban Bencana di Aceh Utara

Advertisement

Sebanyak 22 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan ke-83 melaksanakan misi kemanusiaan di wilayah Aceh Utara, Provinsi Aceh. Para calon perwira yang tergabung dalam kelompok Sindikat 8 ini hadir untuk memberikan pendampingan psikososial dan bantuan langsung kepada warga terdampak bencana alam.

Program Pengabdian Masyarakat dan Pembinaan Karakter

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Masyarakat (Dianmas) yang menjadi prasyarat akademis sekaligus instrumen penting dalam pembinaan karakter serta kepemimpinan. Selama tiga minggu ke depan, para mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan realitas sosial di lapangan dan melepas atribut ruang kelas mereka.

Rombongan Sindikat 8 ini berada di bawah koordinasi langsung Perwira Pendamping, Kombes Pol Didit Bambang Wibowo S. Pelaksanaan program ini diharapkan dapat melatih empati, memperkuat kemampuan komunikasi publik, serta meningkatkan keterampilan problem solving mahasiswa saat menghadapi situasi riil di tengah warga.

Fokus pada Pemulihan Psikologis dan Bantuan Sosial

Fokus utama pengabdian diarahkan pada agenda sosial dan kemanusiaan bagi warga yang terdampak bencana di Aceh Utara. Para mahasiswa menjalankan berbagai program pemulihan, antara lain:

Advertisement

  • Penyaluran bantuan sosial untuk kebutuhan pokok warga.
  • Pendampingan psikososial bagi para penyintas.
  • Kegiatan trauma healing untuk pemulihan psikis pascabencana.

Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam menanamkan nilai-nilai humanis, responsif, dan solutif kepada setiap calon perwiranya sejak dini. Kedekatan antara Polri dan masyarakat diharapkan terbangun lebih kokoh melalui aksi nyata yang menyentuh hati secara langsung.

Visi Pemulihan Aceh Utara

Dengan mengusung slogan ‘Mari Bersama Pulihkan Aceh Utara, Kita Bisa’, para mahasiswa Sindikat 8 bertekad memberikan kontribusi nyata bagi pemulihan daerah. Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan akademis, melainkan bentuk pengabdian tulus untuk membantu masyarakat bangkit kembali.

Aksi ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan di Aceh Utara sekaligus membentuk profil perwira Polri yang dicintai dan mampu menjadi solusi bagi masyarakat di masa depan. Informasi mengenai misi kemanusiaan ini disampaikan melalui laporan resmi pelaksanaan program Dianmas STIK Lemdiklat Polri di wilayah Aceh.

Advertisement