Sepak Bola Liga Inggris

Manchester City Siapkan Skenario Transisi Pelatih, Cesc Fabregas Jadi Kandidat Kuat Pengganti Pep Guardiola

Nama Cesc Fabregas kini santer disebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk mengisi posisi pelatih Manchester City, menyusul potensi berakhirnya era Pep Guardiola. Laporan dari The Telegraph mengindikasikan bahwa musim 2025-2026 berpeluang menjadi periode terakhir Guardiola memimpin The Citizens, meskipun kontraknya masih berlaku hingga Juni 2027.

Manajemen City dikabarkan mulai menyusun rencana jangka panjang untuk suksesi pelatih. Langkah ini diambil setelah performa tim dinilai belum stabil dalam beberapa pertandingan terakhir, memicu spekulasi mengenai masa depan Guardiola di Etihad Stadium.

Latar Belakang Pencarian Pelatih Baru

Meski tengah mempertimbangkan opsi pengganti, Manchester City tetap memberikan dukungan penuh kepada Pep Guardiola. Klub telah mendatangkan sejumlah pemain baru untuk memperkuat skuad, menunjukkan komitmen terhadap proyek yang sedang berjalan.

Di tengah situasi ini, klub mengerucutkan pilihan pada tiga nama sebagai calon pengganti potensial. Selain Cesc Fabregas, dua kandidat lain yang masuk dalam daftar adalah Xabi Alonso dan Enzo Maresca. Keduanya saat ini berstatus tanpa klub, yang dinilai membuat proses pendekatan menjadi lebih terbuka.

Xabi Alonso diketahui telah berpisah dengan Real Madrid pada 12 Januari 2026, sementara Enzo Maresca meninggalkan Chelsea pada 1 Januari 2026. Kondisi ini menempatkan mereka dalam posisi yang lebih fleksibel dibandingkan Fabregas yang masih terikat kontrak.

Fabregas dan Filosofi Permainan

Cesc Fabregas saat ini masih terikat kontrak dengan Como 1907 hingga musim panas 2028. Status tersebut membuat proses kepindahannya ke Inggris menjadi lebih rumit dan memerlukan negosiasi yang intensif.

Meskipun demikian, gaya kepelatihan Fabregas telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk Manchester City. Sebagai pelatih, Fabregas dikenal mengusung permainan berbasis penguasaan bola, sebuah filosofi yang terlihat jelas dalam permainan Como sejak ia mengambil alih tim.

Pola permainan ini kerap dikaitkan dengan pengaruh Pep Guardiola, yang pernah melatih Fabregas saat masih aktif bermain di Barcelona. Keterkaitan gaya bermain tersebut membuat Fabregas dinilai cocok dengan karakter permainan Manchester City yang sudah mapan.

Walaupun terbilang baru di dunia kepelatihan, pendekatan taktik Fabregas dianggap mudah beradaptasi dengan level kompetisi tinggi. Hal ini menjadi nilai tambah bagi manajemen City dalam mempertimbangkan dirinya.

Catatan Prestasi Fabregas Bersama Como

Dampak kepelatihan Fabregas terlihat dari capaian Como di Liga Italia. Pada musim penuh pertamanya sebagai allenatore, ia berhasil membawa Como finis di posisi ke-10 klasemen akhir musim 2024-2025. Hasil ini tercatat sebagai pencapaian positif bagi klub promosi.

Performa Como berlanjut impresif pada Liga Italia musim 2025-2026. Hingga paruh pertama musim, klub tersebut terlibat dalam persaingan papan atas. Setelah 23 pertandingan, Como menempati peringkat keenam dengan koleksi 41 poin.

Mereka hanya terpaut dua angka dari AS Roma yang berada di posisi keempat, batas bawah zona Liga Champions. Konsistensi tersebut membuat nama Fabregas terus dikaitkan dengan klub-klub besar Eropa, termasuk Manchester City, sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan.

Informasi lengkap mengenai kandidat pelatih Manchester City ini disampaikan melalui laporan The Telegraph yang dirilis pada awal Februari 2026.