Masjid Istiqlal, Jakarta, merayakan Milad ke-48 pada Senin (2/3/2026) dengan fokus pada penguatan kolaborasi dan pemberdayaan umat. Peringatan ini menjadi momentum penting bagi pengelola masjid bersama mitra filantropi untuk menegaskan sinergi antara donatur, pengelola, dan penerima manfaat.
Kegiatan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan ini dihadiri ribuan jamaah serta mitra industri. Acara dikemas sederhana namun sarat makna spiritual dan sosial, menekankan pentingnya kebersamaan dalam aksi nyata.
Momentum Kolaborasi di Milad ke-48 Masjid Istiqlal
Direktur Istiqlal Global Fund (IGF), Ahsanul Haq, menjelaskan bahwa Milad ke-48 Masjid Istiqlal menjadi ajang untuk memperkuat hubungan antara pengelola masjid, donatur, dan mustahik. “Kami ingin mengoptimalkan kehadiran seluruh marbot dan para pengabdi Masjid Istiqlal untuk hadir bersama merayakan dan meramaikan. Ini memang dikemas sederhana, bersamaan dengan buka puasa,” kata Ahsanul Haq di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Perayaan yang digagas Badan Pengelola Masjid Istiqlal dan IGF ini dimeriahkan dengan hiburan musik Islami, doa bersama, sambutan Imam Besar Masjid Istiqlal, dan diakhiri dengan buka puasa bersama. Ahsanul menambahkan, kegiatan ini bertujuan menyatukan berbagai elemen yang memberikan nilai tambah bagi Masjid Istiqlal.
“Pertemuan hari ini mempertemukan para mustahik dengan muzakinya, para wakif dengan maukuf ‘alaih-nya. Ini menjadi momen istimewa karena ulang tahun Masjid Istiqlal dilaksanakan di bulan Ramadhan,” ujarnya. Sekitar 5.000 orang hadir dalam buka puasa bersama, dengan IGF menyiapkan 5.000 paket nasi kotak bagi jamaah.
Selain jamaah, acara tersebut juga dihadiri oleh mitra IGF dari berbagai kalangan industri. Ahsanul menjelaskan, IGF secara konsisten membangun kemitraan dengan sektor korporasi untuk menghadirkan program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi jamaah. “Ini bagian dari mempertemukan para pemangku kepentingan yang kerap melakukan aksi-aksi korporasi di lingkungan Masjid Istiqlal, sehingga memberikan nilai tambah yang lebih luas,” tambahnya.
Program Wakaf Produktif dan Pemberdayaan Marbot
Salah satu program unggulan IGF adalah wakaf produktif yang tidak hanya dilaksanakan di lingkungan Masjid Istiqlal, tetapi juga di sejumlah masjid lain di Jakarta. Bersama Rekso Group, IGF membina para marbot melalui Program Gerobak Wirausaha.
Program ini disertai pelatihan dan pendampingan usaha. “Awalnya mereka hidup dari masjid, sekarang sebagian sudah bisa menghidupi masjidnya. Mereka bisa berjualan sambil menunggu waktu shalat dan tetap mengurus kebersihan masjid,” jelas Ahsanul. Ia mencontohkan salah satu marbot binaan di Masjid Arief Rahman Hakim yang berhasil meningkatkan kesejahteraan hingga mampu menunaikan ibadah umrah dari hasil usaha tersebut.
Program yang telah berjalan selama satu tahun ini akan terus dikembangkan. Ke depan, IGF bersama perusahaan juga merancang program pembinaan bagi marbot yang tidak memiliki keluarga di Jakarta serta pemberdayaan bagi kelompok rentan yang membutuhkan dukungan khusus.
Penguatan UMKM dan Ekosistem Ekonomi Umat
Selain itu, IGF bekerja sama dengan sejumlah perusahaan lain dalam pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk pelatihan pengemasan produk. IGF juga menjajaki kolaborasi dengan sejumlah bank syariah nasional untuk memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi umat.
Ahsanul menegaskan, peringatan Milad ke-48 Masjid Istiqlal bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat sinergi dan keberlanjutan program sosial-ekonomi berbasis masjid. “Masjid Istiqlal bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat. Melalui kemitraan dan wakaf produktif, kami ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Informasi mengenai peringatan Milad ke-48 Masjid Istiqlal ini disampaikan melalui pernyataan resmi Direktur Istiqlal Global Fund (IGF) Ahsanul Haq yang dirilis pada Senin, 2 Maret 2026.
