Berita

Megawati Soekarnoputri Sampaikan Selamat kepada Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran

Advertisement

Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan ucapan selamat atas penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Ucapan tersebut disampaikan Megawati saat menerima kunjungan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya di Menteng, Jakarta, pada Selasa, 10 Maret 2026.

Dalam pertemuan diplomatik tersebut, Megawati secara langsung menyerahkan surat ucapan selamat untuk Mojtaba Khamenei melalui Dubes Boroujerdi. “Ini adalah surat kedua, saya merasa gembira bahwa karena Iran sekarang sudah punya pemimpin kembali,” ujar Megawati, seperti dikutip dari siaran pers pada Rabu, 11 Maret 2026.

Penunjukan Pemimpin Tertinggi Baru Iran

Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada Senin, 9 Maret 2026, menggantikan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Penunjukan ini diputuskan oleh Majelis Ahli Iran, sebuah lembaga yang beranggotakan 88 ulama yang bertugas memilih pemimpin tertinggi negara tersebut.

“Dengan suara yang menentukan, Majelis Ahli menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin ketiga sistem suci Republik Islam Iran,” demikian pernyataan lembaga tersebut, seperti dikutip dari AFP.

Jabatan Pemimpin Tertinggi memberikan kewenangan terakhir kepada Mojtaba dalam berbagai urusan negara di Iran. Sebelumnya, pada 3 Maret 2026, Megawati juga telah mengirimkan surat duka cita mendalam kepada Pemerintah Iran melalui Kedutaan Besar Iran di Jakarta, menyusul meninggalnya Ali Khamenei setelah penyerangan Amerika Serikat dan Israel.

Mekanisme Pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran

Dalam sistem politik Iran, Pemimpin Tertinggi tidak dipilih langsung oleh rakyat, melainkan oleh Majelis Ahli melalui mekanisme pemungutan suara. Lembaga ini terdiri dari ulama senior yang dipilih publik setiap delapan tahun sekali, namun seluruh kandidatnya harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Dewan Penjaga.

Advertisement

Sesuai konstitusi Iran, calon Pemimpin Tertinggi harus merupakan ahli hukum Islam Syiah yang memiliki pengetahuan mendalam tentang yurisprudensi, serta dinilai memiliki kemampuan politik, keberanian, dan kapasitas administrasi. Jika posisi Pemimpin Tertinggi kosong akibat kematian atau pengunduran diri, Majelis Ahli akan segera menggelar sidang untuk memilih pengganti melalui proses pemungutan suara sederhana.

Sebelum Mojtaba Khamenei, hanya pernah terjadi satu kali peralihan kekuasaan di posisi Pemimpin Tertinggi Iran. Peristiwa tersebut terjadi ketika Ruhollah Khomeini, pemimpin Revolusi Iran 1979, meninggal dunia pada 1989 dan digantikan oleh Ali Khamenei.

Hubungan Historis Megawati dengan Iran

Pertemuan Megawati dengan Dubes Boroujerdi turut dihadiri oleh sejumlah pengurus DPP PDI Perjuangan, termasuk Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, Ahmad Basarah, Yasonna Laoly, Eriko Sotarduga, serta Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDI Perjuangan Andi Widjajanto.

Pada kesempatan tersebut, Megawati juga menunjukkan foto-foto kunjungannya ke Teheran pada tahun 2004, saat ia bertemu langsung dengan mendiang Ayatollah Ali Khamenei. “Ini bukti saya punya hubungan persahabatan dengan almarhum Ayatollah Ali Khamenei,” ucap Megawati kepada Dubes Boroujerdi, menegaskan kedekatan historisnya dengan Iran.

Informasi lengkap mengenai ucapan selamat ini disampaikan melalui siaran pers resmi PDI Perjuangan yang dirilis pada Rabu, 11 Maret 2026.

Advertisement