Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying bahan pokok maupun bahan bakar minyak (BBM) menjelang Hari Raya Idul Fitri. Imbauan ini disampaikan Tito pada Senin, 9 Maret 2026, guna memastikan stabilitas pasokan dan harga di pasaran.
“Jadi, masyarakat sekali lagi tidak perlu panik. Itu hal yang terpenting,” kata Tito Karnavian. Ia menjelaskan, pembelian berlebihan justru berpotensi menimbulkan masalah baru karena dapat mengganggu rantai pasok kebutuhan masyarakat.
“Tidak perlu panic buying. Justru panic buying akan membuat gangguan terhadap rantai suplai,” jelasnya.
Ketersediaan Pangan Nasional Terkendali
Tito juga menepis anggapan bahwa lonjakan inflasi Februari secara tahunan (year-on-year/YoY) sebesar 4,76 persen disebabkan oleh kelangkaan bahan pokok di dalam negeri. Menurutnya, komoditas makanan dan minuman masih relatif terkendali.
Ia menegaskan, Indonesia saat ini memiliki cadangan beras nasional sekitar 4 juta ton yang dinilai sangat mencukupi. “Indonesia saat ini berstatus swasembada beras dengan cadangan nasional sekitar 4 juta ton yang sangat mencukupi,” ujarnya.
Dari sisi intervensi pasar, Perum Bulog masih memiliki sisa cadangan beras yang signifikan. Pemerintah sendiri baru menyalurkan sekitar 1 juta ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Cadangan yang harusnya dilepas oleh Bulog sekitar 1,5 juta ton saja masih tersisa. Kita punya stok kurang lebih 4 juta ton, dan baru dilepas sekitar 1 juta ton untuk beras SPHP. Artinya ketersediaan stok beras kita cukup,” jelas Tito.
Peran Kepala Daerah dalam Menjaga Stabilitas
Selain itu, Mendagri juga meminta seluruh kepala daerah memimpin rapat koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha pasar di daerah masing-masing. Langkah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan serta mendorong intervensi melalui Gerakan Pasar Murah guna membantu masyarakat.
Ia juga meminta kepala daerah memberikan pernyataan resmi kepada publik untuk menenangkan masyarakat bahwa stok kebutuhan pokok di daerahnya aman. “Nah, tugas kita pemerintah meyakinkan dan menenangkan masyarakat bahwa stok kita cukup,” tegasnya.
Informasi lengkap mengenai imbauan ini disampaikan melalui keterangan resmi Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang dirilis pada Senin, 9 Maret 2026.
