Berita

Mendikti Saintek Brian Yuliarto Temui Presiden Prabowo, Prioritaskan Riset Dukung Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

Advertisement

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 10 Maret 2026. Pertemuan tersebut membahas potensi hasil riset perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah, khususnya terkait ketahanan pangan dan energi nasional.

Riset Nasional Dorong Ketahanan Pangan dan Energi

Brian Yuliarto menjelaskan bahwa pembahasan tersebut sangat relevan dengan rencana pemerintah untuk mencapai swasembada di bidang pangan dan energi. Menurutnya, kedua sektor ini sangat terdampak oleh gejolak konflik di Timur Tengah menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

“Ketahanan pangan dan ketahanan energi ini dua hal yang terdampak dari situasi geopolitik global itu bisa dipercepat,” ujar Brian pada Selasa (10/3/2026). Ia menambahkan, “Kita berharap teman-teman di kampus yang punya hasil-hasil penelitian, betul-betul segera kita dorong untuk ketahanan pangan dan ketahanan energi.”

Percepatan Program Konversi Energi Jadi Prioritas

Sebelumnya, Mendikti Brian Yuliarto juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah meminta dirinya untuk mengumpulkan dan melakukan riset guna mendukung program-program pemerintah. Salah satu program yang menjadi sorotan adalah konversi kompor elpiji menjadi kompor listrik.

Berdasarkan arahan Presiden, konversi energi ini perlu dipercepat dalam kurun waktu 3-4 tahun. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak bumi dan gas alam (migas), sekaligus menekan beban subsidi yang dikeluarkan negara setiap tahunnya.

Advertisement

“Kita tahu dalam keadaan sekarang harga BBM tinggi, sehingga dampaknya sangat besar. Jadi, Pak Presiden meminta agar tadi beberapa menteri yang terkait untuk mempercepat pelaksanaan ini, sehingga ketergantungan kita terhadap impor, ketergantungan kita terhadap harga yang mungkin cepat berubah itu bisa dikurangi,” jelas Brian usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana pada Kamis (5/3/2026).

Selain konversi kompor, Presiden Prabowo juga meminta para menterinya untuk mempercepat program konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta transisi dari mobil berbahan bakar bensin ke motor listrik.

Informasi lebih lanjut mengenai pembahasan ini disampaikan melalui keterangan resmi Mendikti Saintek Brian Yuliarto setelah pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta.

Advertisement