Edukasi

Mengenal Jenis dan Fungsi Fitohormon: Senyawa Organik Pengatur Tumbuh Kembang Tanaman Secara Alami

Advertisement

Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan merupakan dua proses biologis yang berjalan beriringan dengan pengaruh faktor internal dan eksternal yang kuat. Salah satu faktor utama yang mengatur proses tersebut adalah fitohormon, senyawa organik alami yang diproduksi dalam jumlah kecil namun memiliki dampak besar terhadap fisiologi tumbuhan.

Fitohormon berfungsi sebagai molekul pensinyal yang mengatur pembelahan, pemanjangan, dan diferensiasi sel. Selain itu, hormon ini mengoordinasikan respons terhadap stres lingkungan seperti kekeringan dan suhu ekstrem, sekaligus bertindak sebagai sistem komunikasi internal yang menentukan arah pertumbuhan tanaman sepanjang siklus hidupnya.

Jenis-Jenis Hormon Utama pada Tumbuhan

Terdapat lima kelompok hormon utama yang telah diidentifikasi memiliki peran krusial dalam metabolisme tumbuhan, antara lain:

  • Auksin: Hormon pertama yang ditemukan, berperan dalam pemanjangan sel, pembentukan akar lateral, dan dominansi apikal. Penelitian klasik oleh Charles dan Francis Darwin serta Frits Went (1926) mengidentifikasi zat ini sebagai Indole-3-Acetic Acid (IAA). Poodt (2023) menyebutkan auksin juga berperan dalam fototropisme, gravitropisme, serta memicu pembentukan buah tanpa biji (partenokarpi).
  • Giberelin: Senyawa kelompok diterpenoid yang ditemukan pada jamur Gibberella fujikuroi. Hormon ini berperan dalam perkecambahan biji, pemanjangan batang, dan pembungaan. Terdapat lebih dari 130 jenis giberelin, dengan varian aktif seperti GA₁, GA₃, GA₄, dan GA₇ yang bekerja sinergis dengan auksin.
  • Sitokinin: Berfungsi merangsang pembelahan sel (sitokinesis) dan memperlambat penuaan daun. Ditemukan oleh Skoog pada 1950-an, hormon ini memiliki versi alami bernama zeatin yang diisolasi dari jagung muda. Sitokinin bekerja sama dengan auksin dalam menentukan pola pertumbuhan akar dan tunas.
  • Asam Absisat (ABA): Dikenal sebagai hormon stres yang membantu adaptasi terhadap kondisi lingkungan ekstrem. ABA mengatur penutupan stomata untuk menghemat air dan memicu dormansi biji. Sifatnya antagonis terhadap auksin dan giberelin guna menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan dan perlindungan.
  • Etilen (C₂H₄): Berupa gas alami yang mengatur pematangan buah dan perontokan daun. Etilen mempercepat pematangan sekaligus terlibat dalam respons terhadap stres mekanis serta infeksi patogen melalui pengaturan reseptor genetik seperti SLETR1.

Hormon Organogenesis dan Regenerasi Jaringan

Selain hormon utama, terdapat hormon kalin yang secara spesifik berperan dalam pembentukan organ tanaman atau organogenesis. Jenis-jenis kalin tersebut meliputi:

Advertisement

Jenis KalinFungsi Spesifik
RizokalinMerangsang pembentukan akar
KaulokalinMerangsang pembentukan batang
FilokalinMemengaruhi pembentukan daun
AntokalinMemengaruhi pembentukan bunga

Tumbuhan juga memiliki mekanisme pemulihan melalui asam traumalin. Hormon ini membantu regenerasi jaringan yang rusak dengan membentuk kalus, yaitu jaringan baru yang berfungsi menutup luka pada bagian tubuh tanaman.

Interaksi Hormon dan Pertanian Berkelanjutan

Hubungan antarhormon tumbuhan bersifat kompleks dan saling memengaruhi. Interaksi antara auksin, giberelin, sitokinin, dan asam absisat sangat menentukan apakah tanaman akan fokus pada pembentukan akar, batang, atau bunga.

Pemahaman terhadap jaringan regulasi ini menjadi kunci dalam pengembangan pertanian berkelanjutan. Pengetahuan mengenai fitohormon memungkinkan para ahli merancang varietas tanaman yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim dan meningkatkan efisiensi hasil panen di masa depan.

Advertisement