Tepat 14 tahun silam, pada 26 Februari 2012, salah satu Derbi London Utara paling ikonik terukir di Emirates Stadium. Arsenal berhasil bangkit secara dramatis dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan rival abadi mereka, Tottenham Hotspur, dengan skor telak 5-2 dalam lanjutan Premier League musim 2011-2012.
Awal Mula Drama di Emirates
Pertandingan pekan ke-26 Premier League itu dibuka dengan kejutan cepat dari Tottenham. Louis Saha membawa tim tamu unggul 1-0 saat laga baru berjalan empat menit, memanfaatkan umpan ciamik Emmanuel Adebayor yang membelah pertahanan Arsenal.
Drama berlanjut ketika Tottenham menggandakan keunggulan melalui eksekusi penalti Adebayor pada menit ke-34. Keputusan wasit yang menganggap Wojciech Szczesny dan Thomas Vermaelen melanggar Gareth Bale sempat memicu kontroversi, mengingat tayangan ulang televisi mengindikasikan adanya aksi diving.
Kebangkitan Meriam London yang Menggila
Namun, keunggulan dua gol cepat tersebut justru membangkitkan keganasan tim tuan rumah. Arsenal, di bawah asuhan Arsene Wenger, mulai menyusun strategi ulang dan menunjukkan dominasinya.
Meriam London membuka keran gol balasan pada menit ke-40 melalui sundulan Bacary Sagna. Hanya berselang tiga menit, Robin van Persie menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat tendangan melengkung brilian dari luar kotak penalti yang tak terjangkau kiper Tottenham, Brad Friedel.
Walcott dan Rosicky Lengkapi Pesta Gol
Memasuki babak kedua, Arsenal tampil semakin menggila dan tak terbendung. Tomas Rosicky membawa Arsenal berbalik unggul 3-2 pada menit ke-51, mengubah jalannya pertandingan secara signifikan.
Theo Walcott, yang dikenal dengan kecepatan kakinya, menjadi momok bagi pertahanan Tottenham. Ia mencetak dua gol pada menit ke-65 dan 88, melengkapi pesta gol Arsenal menjadi 5-2. Kemenangan ini menjadi salah satu penampilan terbaik dalam Derbi London Utara bagi para pemain Arsenal.
Gelandang Arsenal, Tomas Rosicky, mengenang momen tersebut dengan bangga. “Tertinggal 0-2 lalu membalikkan keadaan menjadi 5-2 barangkali merupakan salah satu penampilan terbaik saya di Derby London Utara,” ujarnya.
Rekor Gemilang Arsene Wenger
Kemenangan dramatis ini juga menandai salah satu hasil terbaik Arsene Wenger dalam Derbi London Utara sepanjang kariernya melatih Arsenal. Keberhasilan membalikkan keadaan dari ketertinggalan dua gol menunjukkan mentalitas dan kualitas tim asuhannya.
Di sisi lain, Tottenham Hotspur yang sempat unggul cepat, justru kehilangan kombinasi apik duet gelandang sentral mereka, Scott Parker dan Luka Modric, di pertengahan laga. Beban gol prematur membuat tim tamu cenderung defensif, yang akhirnya dapat dimanfaatkan oleh Arsenal.
Detail Pertandingan: Arsenal vs Tottenham (26 Februari 2012)
Berikut adalah rekaman pertandingan lengkap dari Derbi London Utara yang legendaris tersebut:
| Tim | Formasi | Pemain |
|---|---|---|
| Arsenal | 4-1-4-1 | 13-Szczesny; 3-Sagna, 5-Vermaelen, 6-Koscielny, 28-Gibbs (25-Jenkinson 75′); 17-Song; 30-Benayoun (27-Gervinho 88′), 14-Walcott (15-Oxlade-Chamberlain), 7-Rosicky, 8-Arteta; 10-Van Persie. Cadangan: 21-Fabianski, 9-Park, 29-Chamakh, 49-Miquel. Pelatih: Arsene Wenger (Perancis) |
| Tottenham | 4-4-2 | 24-Friedel; 28-Walker, 26-King (20-Dawson 82′), 4-Kaboul, 32-Assou-Ekotto; 8-Parker, 21-Kranjcar (11-Van der Vaart 45′), 14-Modric, 3-Bale; 10-Adebayor, 15-Saha (30-Sandro 45′). Cadangan: 23-Cudicini, 7-Lennon, 18-Defoe, 25-Rose. Pelatih: Harry Redknapp |
| Statistik | Detail |
|---|---|
| Stadion | Emirates (60.106) |
| Gol | Sagna 40′, Van Persie 43′, Rosicky 51′, Walcott 65′, 88′ (Arsenal) / Saha 4′, Adebayor 34′ pen. (Tottenham) |
| Wasit | Dean |
| Kartu Kuning | Koscielny, Arteta, Van Persie (Arsenal) / Modric, Parker, Sandro (Tottenham) |
| Kartu Merah | Parker 87′ (Tottenham) |
Informasi lengkap mengenai Derbi London Utara yang legendaris ini disampaikan melalui berbagai catatan pertandingan dan arsip media olahraga yang dirilis pada periode tersebut.
