Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa perjalanan Jakarta menuju Surabaya dapat ditempuh hanya dalam waktu tiga jam jika rute Kereta Cepat Whoosh diperpanjang. Proyeksi ini disebut AHY akan mengubah peta pembangunan dan memicu pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang jalur tersebut.
Potensi Perubahan Peta Pembangunan Nasional
AHY menjelaskan, kecepatan maksimal Whoosh akan lebih terasa manfaatnya jika tidak berhenti di stasiun dengan jarak yang relatif dekat. Menurutnya, kereta cepat yang mampu melaju hingga 350 km/jam akan lebih optimal jika menempuh jarak 600 hingga 800 kilometer.
“Karena bisa dibayangkan kecepatan 350 km/jam, kalau jaraknya 600 km sampai dengan 800 km, itu akan terasa betul kecepatannya, benefit-nya akan lebih dirasakan dibandingkan dengan jarak atau track yang lebih pendek,” jelas AHY dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Ia menambahkan, pada rute pendek, Whoosh harus melambatkan lajunya untuk persiapan berhenti di stasiun berikutnya setelah mencapai kecepatan puncak. Oleh karena itu, perpanjangan rute hingga Surabaya dinilai AHY dapat menjadi game changer dalam pembangunan.
Fokus Efektivitas dan Tantangan Finansial
AHY menegaskan, semangat untuk mengembangkan dan memperpanjang rute Whoosh terus dikelola. Kementerian Perhubungan, termasuk Direktorat Jenderal Kereta Api, bersama KAI dan pihak terkait lainnya, terus merumuskan agar manfaat kereta cepat ini lebih efektif dirasakan jika memiliki jalur yang panjang.
Namun, AHY mengingatkan bahwa restrukturisasi keuangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) harus diselesaikan terlebih dahulu. Ia mengaku telah mengadakan rapat dengan Danantara dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait utang Whoosh.
“Mengapa ini penting? Karena sebelum kita mengembangkan roadmap lebih serius untuk memperpanjang atau mengembangkan Jakarta-Surabaya, bahkan bisa saja sampai dengan Banyuwangi seperti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Namun demikian, sebaiknya kita pastikan dulu KCJB-nya tuntas, artinya solusinya sudah bisa diambil dengan baik baru setelah itu kita kembangkan berikutnya,” imbuh AHY.
Informasi mengenai potensi perpanjangan rute Whoosh dan dampaknya terhadap pembangunan nasional disampaikan AHY dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, pada Rabu, 11 Maret 2026.
