Berita

Menlu Sugiono Terangkan Alasan Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan Operasi ISF dan Proses Penentuan Sosoknya

Advertisement

Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Sugiono, mengungkapkan bahwa belum ada sosok yang diputuskan untuk mengisi posisi Wakil Komandan Operasi Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) dari Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Sugiono pada Sabtu, 21 Februari 2026, di Jakarta, menanggapi pertanyaan mengenai penunjukan anggota TNI untuk posisi strategis tersebut.

Proses Penunjukan Wakil Komandan ISF

Sugiono menjelaskan bahwa penentuan sosok Wakil Komandan Operasi ISF akan melalui diskusi internal. “Nanti akan didiskusikan dulu. Itu nanti ya dari TNI yang pilih,” kata Sugiono. Ia menambahkan bahwa struktur komando ISF akan memiliki tiga wakil komandan atau deputy commander, dengan Force Commander dipegang oleh Amerika Serikat.

Indonesia mendapatkan kepercayaan untuk mengisi posisi Wakil Komandan Operasi. Penunjukan ini didasarkan pada kontribusi Indonesia yang signifikan, yakni dengan mengirimkan 8.000 pasukan, menjadikannya salah satu kontributor pasukan terbanyak di ISF.

Peran Indonesia dan Apresiasi Internasional

Menurut Sugiono, posisi wakil komandan ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap militer Indonesia. Ia menyoroti rekam jejak (track record) pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang telah terbukti di berbagai medan.

“Ini juga merupakan suatu penghormatan dan penghargaan terhadap track record Indonesia serta reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan penjagaan perdamaian. Saya kira kedudukan ini juga akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan dan niat kita mengirimkan pasukan di ISF,” tegas Sugiono.

Advertisement

Tahapan Pengiriman Pasukan TNI ke Palestina

Sebelumnya, Sugiono juga telah menginformasikan bahwa pengiriman 8.000 pasukan TNI ke Palestina akan dilakukan secara bertahap. Pasukan perdamaian tersebut direncanakan akan ditempatkan di Rafah pada tahap awal.

“Saya kira bertahap, karena tadi saya sampaikan tahapan yang ada di sana juga dibagi menjadi beberapa sektor. Detailnya belum, tapi kurang lebih nanti ada lima sektor. Diperkirakan total pasukan yang akan ada di sana adalah 20.000 atau mungkin lebih di seluruh sektor ini. Ini merupakan sesuatu yang sifatnya progresif,” ujar Sugiono. Saat ditanya mengenai penempatan di Rafah, Sugiono membenarkan, namun detail operasional lebih lanjut masih menunggu informasi.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Menteri Luar Negeri Sugiono yang dirilis pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Advertisement