Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memastikan jemaah umrah dapat menjalankan ibadah dengan tenang di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan Irfan dalam rapat bersama Komisi VIII DPR pada Rabu, 11 Maret 2026.
Menurut Irfan, situasi di Mekkah, Madinah, dan Jeddah terpantau aman serta kondusif. Hal ini berdasarkan laporan dari perwakilan pemerintah dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi.
Kondisi Keamanan Jemaah Umrah di Tanah Suci
Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa kondisi keamanan di wilayah Arab Saudi, khususnya di Jeddah, Mekkah, dan Madinah, dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. “Berdasarkan laporan dari perwakilan pemerintah serta koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, kondisi keamanan di wilayah Arab Saudi, khususnya di Jeddah, Mekkah, dan Madinah dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif,” kata Irfan.
Ia menambahkan, para jemaah umrah yang saat ini berada di wilayah tersebut tetap dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan tanpa gangguan berarti.
Dinamika Konflik Timur Tengah dan Potensi Dampak Haji 2026
Di sisi lain, hasil koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menunjukkan bahwa situasi di Timur Tengah belum menunjukkan indikasi meredanya konflik dalam waktu dekat. “Sehingga situasi keamanan kawasan masih dinilai dinamis dan memerlukan pemantauan secara berkelanjutan,” ujar Irfan.
Situasi tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Pasalnya, proses ibadah haji tahun ini dijadwalkan mulai memasuki tahap keberangkatan jemaah pada tanggal 22 April mendatang.
“Dengan mempertimbangkan dinamika situasi keamanan kawasan serta potensi gangguan terhadap jalur transportasi udara internasional, diperlukan penyusunan skenario penyelenggaraan haji yang komprehensif guna memastikan kesiapan pemerintah dalam menghadapi berbagai situasi,” jelas Irfan.
Ribuan Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi
Irfan juga menyampaikan data terkini mengenai jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi. Per 11 Maret 2026, terdapat 50.374 orang jemaah umrah di Arab Saudi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 14.115 jemaah di antaranya kemungkinan tertahan atau stranded karena banyak jalur penerbangan yang ditutup. “Jemaah umrah yang ada di Saudi per 11 Maret masih ada 50.374 yang kemungkinan stranded atau tertahan kemungkinan ada sebesar 14.115 dengan jumlah PPIU sebesar 1.239,” kata Irfan.
Pemerintah telah memanggil semua Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang terkait dengan kondisi ini untuk mencari solusi.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf yang dirilis dalam rapat dengan Komisi VIII DPR pada Rabu, 11 Maret 2026.
