Raksasa teknologi Meta Platforms mengumumkan langkah strategis baru dengan menggandeng Advanced Micro Devices (AMD) untuk pembangunan infrastruktur chip kecerdasan buatan (AI) mereka. Kesepakatan bernilai fantastis ini menandai upaya Meta untuk mendiversifikasi pemasok chip dan mengurangi ketergantungan pada Nvidia.
Kemitraan Strategis Senilai Triliunan Rupiah
Kerja sama ini melibatkan komitmen Meta untuk menggelontorkan dana guna menyebarkan infrastruktur chip GPU (Graphics Processing Unit) kustom buatan AMD dengan kapasitas daya mencapai 6 gigawatt (GW).
CEO AMD, Lisa Su, secara terang-terangan menyebut kesepakatan bernilai lebih dari 100 miliar dollar AS atau sekitar Rp1.600 triliun ini sebagai salah satu kesepakatan paling transformatif dalam sejarah perusahaannya. Kemitraan ini sekaligus menempatkan AMD tepat di pusat pusaran pembangunan infrastruktur AI global, sejalan dengan kebutuhan Meta untuk skala komputasi masif.
Diversifikasi Perangkat Keras dan Opsi Saham
Bagi Meta, diversifikasi perangkat keras merupakan langkah esensial agar perusahaan tidak bergantung secara mutlak pada satu vendor di tengah tren AI yang berkembang pesat.
Perwakilan Meta menegaskan bahwa dengan skala komputasi masif yang sedang mereka bangun, selalu ada ruang untuk arsitektur chip kustom internal, chip dari Nvidia, sekaligus chip dari AMD untuk menangani beban kerja penalaran yang berbeda-beda.
Pengiriman chip untuk kapasitas 1 gigawatt pertama dijadwalkan akan mulai bergulir pada paruh kedua tahun 2026. Meta akan mendayagunakan chip akselerator kustom yang dibangun berbasis AMD Instinct MI450, disandingkan dengan CPU AMD EPYC generasi ke-6, dan dirakit dalam arsitektur rak komputasi bernama Helios.
Menariknya, kemitraan strategis ini tidak sekadar soal jual-beli perangkat keras. Guna mengikat kerja sama jangka panjang, AMD turut menyertakan opsi waran kinerja yang memberikan hak kepada Meta untuk membeli hingga 160 juta lembar saham AMD.
Opsi ini dicairkan secara bertahap dengan syarat dan tolok ukur yang sangat ketat. Meta baru bisa mengeksekusi saham tersebut apabila mereka sukses merealisasikan target adopsi infrastruktur chip hingga level 6 gigawatt, sekaligus jika valuasi saham AMD berhasil menembus ambang batas 600 dollar AS per lembar.
Strategi Belanja Modal dan Masa Depan Komputasi
Langkah Meta menggandeng AMD ini sejalan dengan rencana belanja modal (capex) masif mereka di tahun 2026 yang dikabarkan menembus angka 135 miliar dollar AS.
Lewat strategi diversifikasi vendor semacam ini, Meta berupaya keras mengamankan takhta komputasi masa depan tanpa harus tersandera oleh satu merek produsen chip saja.
Informasi lengkap mengenai kemitraan strategis antara Meta dan AMD ini disampaikan melalui pernyataan resmi dari kedua perusahaan dan laporan media terkemuka.
