Sepak Bola Liga Inggris

Michael Carrick Ungkap Peran Vital Jonny Evans di Balik Gol Set-Piece Ciamik Man United Lawan Spurs

Advertisement

Manchester United melanjutkan tren positif di bawah asuhan pelatih interim Michael Carrick dengan menumbangkan Tottenham Hotspur 2-0 di Stadion Old Trafford, Sabtu (7/2/2026). Kemenangan keempat berturut-turut ini diwarnai oleh gol pembuka Bryan Mbeumo yang lahir dari skema bola mati atau set-piece yang terencana dengan matang.

Skema Tiga Sentuhan yang Mematikan

Gol tersebut bermula dari sepak pojok Bruno Fernandes di sisi kanan pertahanan Spurs. Alih-alih mengirim bola lambung ke tengah kotak penalti, Fernandes melepaskan umpan datar kepada Kobbie Mainoo yang berada di luar area kotak lima meter. Dengan satu sentuhan presisi, Mainoo meneruskan bola kepada Mbeumo yang berdiri bebas tanpa pengawalan.

Mbeumo kemudian berlari memasuki area penalti dan melepaskan tembakan mendatar yang akurat ke pojok bawah gawang. Bola yang bergerak terukur tersebut gagal dijangkau oleh kiper Spurs, Guglielmo Vicario. Gol yang dihasilkan dari tiga sentuhan ini diakui sebagai hasil dari latihan rutin tim di pusat latihan Carrington.

Peran Strategis Jonny Evans dan Kaita Hasegawa

Manajer Michael Carrick memberikan apresiasi khusus kepada bek senior Jonny Evans dan analis klub, Kaita Hasegawa, sebagai otak di balik taktik tersebut. Carrick menjelaskan bahwa Evans telah lama menaruh perhatian besar pada detail strategi bola mati untuk meningkatkan produktivitas tim.

“Ya, itu adalah hasil pekerjaan Jonny dan Kaita. Jonny sudah lama memperhatikan taktik set-piece. Saya tidak akan mengatakan dia adalah pelatih set-piece, tapi dia bekerja keras bersama para pemain dan mendapatkan hasilnya,” ujar Carrick sebagaimana dilansir dari laman resmi klub.

Advertisement

Bryan Mbeumo juga mengakui bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kesabaran saat latihan. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya skema ini sempat gagal dalam sesi latihan karena eksekusi yang kurang sempurna. Namun, ia merasa bersyukur kombinasi tersebut berhasil diterapkan dengan baik dalam pertandingan sesungguhnya.

Perbandingan dengan Gaya Set-Piece Arsenal

Keberhasilan skema United ini memicu perbandingan dengan rival mereka, Arsenal, yang juga dikenal sangat efektif dalam situasi bola mati. Namun, publik dan sejumlah media Inggris menilai gaya United lebih elegan dibandingkan metode The Gunners yang sering menuai kritik karena dianggap terlalu mengandalkan kontak fisik.

Pemain Arsenal kerap dituding sengaja menghalangi gerakan kiper lawan dengan cara berkerumun di depan gawang. Kolumnis ESPN, Gabriel Marcotti, menilai metode eksploitasi tersebut justru merusak permainan. Ia menggambarkan kotak penalti menjadi kumpulan kekacauan di mana para pemain saling menarik baju untuk mendapatkan keunggulan.

Informasi lengkap mengenai kemenangan dan detail taktik Manchester United ini disampaikan melalui pernyataan resmi klub yang dirilis pada Minggu, 8 Februari 2026.

Advertisement