Phil Spencer, sosok di balik kesuksesan Xbox dan CEO Microsoft Gaming, mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari Microsoft setelah 38 tahun berkarier. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Spencer melalui akun LinkedIn pribadinya pada Minggu, 22 Februari 2026. Posisinya akan digantikan oleh Asha Sharma, yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden Produk di bisnis Core AI Microsoft.
Perjalanan Phil Spencer di Xbox
Spencer telah memimpin divisi Xbox selama 12 tahun terakhir, menjabat sebagai Head of Xbox sejak 2014 dan kemudian dipromosikan menjadi CEO Microsoft Gaming. Di bawah kepemimpinannya, Xbox mengalami transformasi signifikan, termasuk akuisisi besar seperti Activision Blizzard.
CEO Microsoft, Satya Nadella, mengungkapkan bahwa keputusan pensiun Spencer telah direncanakan sejak tahun lalu. “Tahun lalu, Phil Spencer membuat keputusan untuk pensiun dari perusahaan, dan sejak saat itu kami membahas rencana suksesi,” tulis Nadella dalam memo internal kepada karyawan. Nadella juga memuji peran besar Spencer dalam mentransformasi bisnis gaming Microsoft.
Spencer sendiri menyatakan akan tetap mengikuti perkembangan industri game setelah pensiun. “Ke depannya, saya akan terus mendukung tim yang mendorong industri ini maju dan tetap bermain bersama komunitas luar biasa ini,” ujarnya.
Asha Sharma: Dari AI ke Puncak Microsoft Gaming
Asha Sharma, yang bergabung dengan Microsoft pada 2024 dari Instacart, kini akan menjabat sebagai CEO Gaming dan melapor langsung kepada Satya Nadella. Sebelumnya, Sharma merupakan Presiden Produk di bisnis Core AI Microsoft, di mana ia terlibat dalam pengembangan produk AI seperti Foundry yang mengintegrasikan model AI ke aplikasi pihak ketiga.
Dalam pesan kepada karyawan gaming Microsoft, Sharma menegaskan komitmennya terhadap ekosistem Xbox. “Kami akan memperbarui komitmen kepada para penggemar dan pemain inti Xbox, mereka yang telah berinvestasi bersama kami selama 25 tahun terakhir, serta para developer yang membangun dunia dan pengalaman bermain bagi pemain di seluruh dunia,” tulis Sharma.
Sharma juga menyoroti perkembangan monetisasi dan kecerdasan buatan (AI) dalam industri game. Ia menyatakan bahwa Microsoft tidak akan mengejar efisiensi jangka pendek atau membanjiri ekosistem dengan konten AI tanpa jiwa. “Game adalah dan akan selalu menjadi karya seni, dibuat oleh manusia, dan diciptakan dengan teknologi paling inovatif yang kami sediakan,” tegasnya, sekaligus memperbarui komitmen Microsoft terhadap konsol.
Tantangan dan Transisi Kepemimpinan
Pergantian pimpinan ini terjadi di tengah berbagai tantangan bisnis yang dihadapi divisi game Microsoft. Pendapatan divisi game Microsoft dilaporkan turun sekitar 10 persen pada kuartal Desember dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan konsol Xbox generasi terbaru juga disebut tertinggal dari pesaingnya.
Selain penunjukan Sharma, struktur kepemimpinan juga mengalami perubahan lain. Kepala Xbox Studios, Matt Booty, akan melapor kepada Asha Sharma sebagai Executive Vice President dan Chief Content Officer. Presiden Xbox, Sarah Bond, juga mengundurkan diri sebagai bagian dari transisi kepemimpinan ini.
Nadella meyakini bahwa kombinasi kepemimpinan Asha dan Matt memiliki pengalaman yang tepat untuk mendorong inovasi platform dan pengembangan konten. “Bersama-sama, Asha dan Matt memiliki kombinasi kepemimpinan produk konsumen dan kedalaman pengalaman gaming yang tepat untuk mendorong inovasi platform dan pengembangan konten kami,” tulis Nadella.
Informasi lengkap mengenai transisi kepemimpinan di Microsoft Gaming ini disampaikan melalui pernyataan resmi dari Phil Spencer dan Satya Nadella yang dirilis pada Minggu, 22 Februari 2026, serta memo internal kepada karyawan.
