Militer Israel Ungkap Pergeseran Sikap, Akui Data Korban Tewas di Gaza Capai Puluhan Ribu Jiwa
Militer Israel secara terbuka menunjukkan perubahan sikap signifikan terkait jumlah korban serangan di Jalur Gaza, Palestina. Untuk pertama kalinya, seorang pejabat senior Israel mengakui data korban yang dicatat oleh otoritas kesehatan di Gaza akurat, sebagaimana dilaporkan The Guardian pada Jumat, 30 Januari 2026.
Pengakuan Resmi Israel atas Data Korban Gaza
Pengakuan tersebut disampaikan oleh seorang pejabat senior militer Israel kepada wartawan Israel. Ia menyatakan bahwa sekitar 70.000 warga Palestina gugur akibat serangan Israel di wilayah tersebut sejak Oktober 2023.
Jumlah ini diketahui tidak termasuk mereka yang belum ditemukan atau hilang di bawah reruntuhan. Pernyataan ini menandai pergeseran sikap Israel yang sebelumnya menuding angka korban “tidak akurat” dan jauh lebih rendah.
Otoritas Kesehatan Gaza Laporkan Lebih dari 71.000 Jiwa Melayang
Menurut otoritas kesehatan Gaza, setidaknya 71.660 nyawa melayang dilaporkan akibat agresi Israel sejak Oktober 2023. Dalam data tersebut, kurang lebih 10.000 orang diperkirakan meninggal terkubur di bawah puing-puing bangunan yang dibombardir.
Sebelumnya, militer Israel mengklaim ada 22.000 militan di Gaza yang meninggal. Dengan demikian, dua per tiga dari data yang diakui Israel merupakan non-kombatan atau warga sipil.
Angka ini dilaporkan jauh lebih rendah dibandingkan tingkat korban sipil sebesar 83 persen yang ditunjukkan oleh basis data militer Israel yang bersifat rahasia. Namun, angka tersebut jauh lebih tinggi daripada tingkat 50 persen yang sebelumnya diklaim oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Tinjauan tentang berapa banyak korban tewas merupakan warga sipil masih dilakukan. Namun, menurut Times of Israel, jumlah keseluruhan yang disusun otoritas kesehatan Gaza “sebagian besar akurat”.
Klarifikasi dan Potensi Angka Kematian yang Lebih Tinggi
Kendati ada pengakuan dari pejabat senior, seorang juru bicara militer menolak untuk mengonfirmasi angka yang disampaikan dalam pengarahan tersebut. Ia mengatakan bahwa “rincian yang dipublikasikan tidak mencerminkan data resmi IDF (militer resmi Israel).”
Berdasarkan laporan media Israel Haaretz pada Kamis, 29 Januari 2026, militer Israel telah menerima perkiraan dari Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas bahwa sekitar 71.000 warga Palestina tewas selama perang Israel–Gaza.
Haaretz juga mencatat bahwa perhitungan kementerian tersebut hanya mencakup mereka yang tewas secara langsung akibat tembakan militer Israel dalam pencatatannya. Angka ini tidak termasuk warga yang meninggal karena kelaparan atau penyakit yang diperparah oleh pengepungan ketat.
Angka-angka dari otoritas kesehatan Gaza ini telah diperiksa oleh organisasi dan peneliti internasional, sehingga bisa dipercaya secara luas. Namun, sejumlah studi, termasuk kajian yang dirilis pada Juni 2025, menunjukkan bahwa jumlah korban Palestina mungkin jauh lebih tinggi, dengan perkiraan sekitar 200.000 kematian akibat kekerasan hingga awal tahun lalu.
Para ahli menyimpulkan bahwa data otoritas kesehatan Gaza bersifat konservatif dan mungkin tidak mencakup semua korban.
Informasi mengenai pengakuan jumlah korban ini disampaikan melalui laporan media internasional yang merujuk pada pernyataan pejabat senior militer Israel dan data otoritas kesehatan Gaza.