Moonshot AI Rilis Kimi K2.5, Unggul dalam Multimodal dan Coding, Tantang Dominasi OpenAI dan Google
Startup kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok, Moonshot AI, secara resmi meluncurkan model AI sumber terbuka terbarunya, Kimi K2.5, pada Kamis, 29 Januari 2026. Model ini menarik perhatian karena kemampuannya memproses input teks, gambar, dan video secara bersamaan, menawarkan pendekatan multimodal yang berbeda dari para pesaing utamanya.
Pendekatan Multimodal Revolusioner Kimi K2.5
Kimi K2.5 dikembangkan dengan filosofi yang berbeda dari model AI populer lainnya. Menurut Moonshot AI, model ini dilatih menggunakan 15 triliun token campuran visual (foto dan video) serta teks sejak awal. Pendekatan ini menjadikan Kimi K2.5 sebagai model AI multimodal sejati yang mampu menalar informasi dari teks, gambar, dan video secara bersamaan.
Hal ini kontras dengan model seperti GPT 5 milik OpenAI dan Google Gemini 3 Pro, yang pada awalnya dikembangkan dari basis model teks kemudian diperluas dengan kemampuan visual dan video. Startup yang didukung oleh raksasa teknologi Alibaba dan HongShan (Sequoia China) ini mengklaim bahwa desain awal tersebut membuat Kimi K2.5 sangat cocok untuk tugas-tugas pemrograman (coding) dan mampu menangani sejumlah agen AI untuk bekerja secara bersamaan.
Kimi K2.5 Unggul dalam Uji Kinerja Global
Kemampuan Kimi K2.5 telah diuji melalui berbagai platform pengukur kinerja model AI terkemuka. Dalam pengujian SWE-Bench Verified yang mengukur kemampuan coding, Kimi K2.5 meraih skor 76,8 persen, melampaui Gemini 3 Pro yang mencatat 76,2 persen.
Di benchmark SWE-Bench Multilingual, model AI asal Tiongkok ini mendulang skor 73 persen, mengungguli performa GPT 5.2 (72 persen) milik OpenAI dan Google Gemini 3 Pro (65 persen). Sementara itu, untuk pemahaman video yang diukur di platform VideoMMMU, Kimi K2.5 memperoleh skor 86,6 persen, lebih tinggi dari GPT 5.2 (85,9 persen) dan Claude Opus 4.5 (84,4 persen).
Dalam urusan agen AI, Kimi K2.5 juga menunjukkan dominasinya di beberapa platform benchmark, termasuk DeepSearchQA dengan skor 77,1 persen, BrowseComp dengan 74,9 persen, dan HLE-Full dengan 50,2 persen.
Inovasi untuk Pengembang dan Ketersediaan
Moonshot AI menekankan keunggulan Kimi K2.5 dalam hal coding. Pengguna tidak hanya dapat memberikan instruksi berbasis teks, tetapi juga dapat memasukkan gambar atau video sebagai input, kemudian meminta model untuk membuat ulang antarmuka yang serupa dengan yang ditampilkan dalam media tersebut.
Bersamaan dengan perilisan Kimi K2.5, Moonshot AI turut meluncurkan Kimi Code, sebuah perangkat pemrograman sumber terbuka. Alat ini memungkinkan para pengembang untuk memanfaatkan model AI terbaru dari startup Tiongkok tersebut dalam mengembangkan perangkat lunak atau aplikasi, bersaing dengan Claude Code milik Anthropic maupun Gemini CLI dari Google.
Adapun Kimi K2.5 kini telah tersedia secara publik di platform proyek AI Hugging Face, memungkinkan akses luas bagi komunitas pengembang global.
Informasi lengkap mengenai inovasi model AI Kimi K2.5 ini dihimpun dari laporan KompasTekno yang merujuk pada TechCrunch, dirilis pada Kamis, 29 Januari 2026.