Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, astronot kini diizinkan membawa iPhone dan smartphone modern lainnya dalam misi luar angkasa, termasuk perjalanan ke orbit Bulan. Kebijakan baru ini diumumkan oleh lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, yang akhirnya melonggarkan aturan terkait penggunaan perangkat pribadi oleh para kru.
Administrator NASA, Jared Isaacman, mengumumkan kebijakan penting ini melalui akun media sosial X (sebelumnya Twitter) pada 5 Februari 2026. Menurut Isaacman, pelonggaran aturan ini merupakan upaya untuk membekali kru dengan alat dokumentasi yang lebih relevan dengan era saat ini.
Kebijakan Baru NASA
Dengan diizinkannya penggunaan iPhone, astronot kini memiliki kesempatan untuk mengabadikan momen spesial bagi keluarga mereka serta membagikan foto dan video inspiratif kepada dunia. Isaacman juga menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari tantangan untuk meninjau aturan lama dan menguji perangkat keras modern untuk penerbangan luar angkasa dalam jangka waktu yang dipercepat.
“Yang tak kalah penting, kami menantang aturan yang sudah lama ada dan menguji hardware modern untuk penerbangan luar angkasa dalam jangka waktu yang dipercepat. Urgensi operasional tersebut akan bermanfaat bagi NASA saat kami mengejar sains dan penelitian bernilai tinggi di orbit dan permukaan bulan,” kata Isaacman.
Implementasi Perdana pada Misi Crew-12 dan Artemis II
Kebijakan baru ini akan mulai diterapkan pada misi Crew-12 dan Artemis II. Misi SpaceX Crew-12, yang merupakan hasil kerja sama NASA dan SpaceX dalam program Commercial Crew, telah diluncurkan pada 13 Februari 2026 menggunakan kapsul Crew Dragon dan roket Falcon 9. Misi ini merupakan bagian dari pengiriman rutin astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Sementara itu, Artemis II adalah penerbangan berawak pertama dalam program Artemis yang menjadi langkah krusial menuju kembalinya manusia ke Bulan, sekaligus membuka jalan bagi misi masa depan ke Mars. Misi Artemis II dijadwalkan memulai perjalanannya pada 6 Maret 2026.
Tinjau Ulang Aturan Lama dan Proses Sertifikasi
Selama ini, dokumentasi di luar angkasa umumnya dilakukan menggunakan kamera profesional, seperti kamera DSLR Nikon keluaran 2016 dan kamera GoPro generasi lama yang disetujui untuk misi Artemis II sebelumnya. Dengan restu NASA untuk iPhone, astronot berpotensi merekam visual luar angkasa secara lebih spontan dan personal.
Meskipun hasil kamera smartphone modern tidak akan menandingi teleskop canggih seperti James Webb Space Telescope, perangkat ini dinilai cukup mumpuni untuk menangkap fenomena langit dan aktivitas di stasiun luar angkasa. NASA belum merinci model iPhone mana yang akan dibawa, namun perangkat tersebut tetap harus melalui proses pengujian ketat untuk memenuhi standar keselamatan penerbangan luar angkasa.
Isaacman mengungkapkan bahwa keputusan ini menuntut NASA untuk meninjau ulang prosedur persetujuan perangkat yang selama ini dikenal ketat dan panjang. Proses sertifikasi perangkat luar angkasa biasanya memerlukan serangkaian uji keselamatan, kompatibilitas, hingga ketahanan terhadap kondisi ekstrem. Namun, NASA kini berupaya mempercepat proses tersebut untuk perangkat keras modern, sebagaimana dihimpun dari SlashGear.
Sejarah Ponsel di Luar Angkasa
Sebelumnya, beberapa ponsel memang pernah terlibat dalam misi ke luar angkasa. Pada tahun 2011, dua iPhone 4 menemani kapten Chris Ferguson dan awak pesawat ulang-alik Atlantis NASA lainnya ke ISS. Smartphone tersebut dibekali aplikasi khusus “SpaceLab for iOS” yang dirancang oleh Odysey Space Research untuk melakukan eksperimen, termasuk memotret garis pantai Bumi dan memberikan data posisi serta kecepatan pesawat.
Google Nexus S, ponsel rilisan tahun 2011, juga pernah digunakan astronot untuk meningkatkan kemampuan satelit dan komunikasi antara Bumi dengan luar angkasa. Selain itu, pada April 2013, NASA meluncurkan tiga ponsel HTC Nexus One ke orbit Bumi sebagai bagian dari program satelit eksperimental berbiaya rendah. Ponsel-ponsel ini dimodifikasi menjadi satelit mini yang disebut PhoneSat, mengorbit Bumi pada ketinggian sekitar 150 mil, dan terbakar saat kembali memasuki atmosfer setelah dua pekan.
Misi PhoneSat bertujuan untuk melihat kemampuan ponsel sebagai “otak” satelit masa depan dan membangun satelit yang lebih terjangkau. Kini, kebijakan terbaru ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya smartphone modern diizinkan secara resmi sebagai bagian dari perlengkapan dokumentasi misi utama NASA. Dengan kebijakan baru ini, publik berpotensi melihat dokumentasi luar angkasa dengan sudut pandang yang lebih personal, bahkan mungkin dalam format vlog langsung dari orbit atau perjalanan menuju Bulan.
Informasi lengkap mengenai kebijakan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Administrator NASA Jared Isaacman yang dirilis pada 5 Februari 2026 melalui akun media sosial X.
