Tokoh agama sekaligus ahli tafsir (mufassir) Quraish Shihab memanjatkan doa khusus untuk Presiden Prabowo Subianto. Doa ini disampaikan saat Quraish Shihab mengakhiri hikmahnya dalam acara Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan tahun 1447 H/2026 M yang berlangsung di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa, 10 Maret 2026.
Inspirasi Doa dari Guru dan Makna Kekuasaan
Dalam kesempatan tersebut, Quraish Shihab mengungkapkan bahwa doa yang ia panjatkan terinspirasi dari gurunya, Syeikh Mutawalli Asy-Syarawi, yang pernah berdoa serupa untuk Presiden Mesir. Inti dari doa tersebut menekankan bahwa seluruh kekuasaan bersumber dari Allah SWT.
“Saya ingin berdoa. Yang pertama, buat Bapak Presiden. Pak, saya punya guru, Pak. Namanya Syeikh Mutawalli Asy-Syarawi. Beliau pernah berdoa pada Presiden Mesir. Doanya dimulai dengan kalimat: ‘Kekuasaan bersumber dari Tuhan’,” kata Quraish Shihab, Selasa malam.
Ia menegaskan, sama seperti pandangan gurunya, tidak ada satu pun makhluk yang diberi kekuasaan kecuali atas kehendak Yang Maha Kuasa. Hal ini berlaku baik bagi penguasa yang jujur mengikuti tuntunan maupun penguasa yang durhaka.
Harapan dalam Doa untuk Presiden Prabowo
Quraish Shihab kemudian mengikuti kata-kata gurunya, memanjatkan doa untuk Presiden Prabowo. Dalam doanya, ia berharap dapat membantu Presiden jika memang Presiden dipilih dan telah ditakdirkan untuk menyejahterakan rakyat.
“Baru beliau berkata—dan ini yang saya ingin doakan buat Bapak—katanya: ‘Saya tidak tahu, boleh jadi kita tidak akan bertemu lagi. Saya hanya bisa berdoa, kalau Yang Mulia adalah takdir kami, rakyat—dalam arti Tuhan mentakdirkan Yang Mulia untuk melakukan kegiatan yang menyejahterakan rakyat—maka kami berdoa semoga kami dapat membantu Bapak’,” ujar Quraish.
Ia melanjutkan, “Tapi, kalau Bapak, kalau Yang Mulia katanya, adalah menjabat jabatan ini karena takdir Yang Mulia untuk membantu menegakkan keadilan dan perdamaian, maka kami akan berdoa semoga Yang Mulia dibantu Tuhan dan kami akan ikut membantu. Itu doa kami kepada Bapak.”
Doa Penutup dan Momen Kebersamaan
Setelah menyampaikan doa tersebut, Quraish Shihab, yang akrab disapa Abi, mengajak seluruh tamu yang hadir untuk mengikuti doa singkat yang ia panjatkan. Doa tersebut diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan biasa dibaca setelah salat.
“Allahumma Antas Salam, wa minkas salam, wa ilaika ya’uddus salam, ahyina Rabbana bis salam, wa adkhinal jannata daraka daras salam. Ya Allah, Engkaulah yang Maha Damai. Dari-Mu bersumber kedamaian. Kepada-Mu kembali kedamaian. Ya Allah, hidupkanlah kami dalam kedamaian dan masukkanlah kami kelak di surga-Mu, surga yang penuh dengan kedamaian. Wahai Tuhan penyandang kemuliaan dan keagungan,” doa Quraish.
Usai menyudahi hikmahnya, Presiden Prabowo terlihat membantu Quraish Shihab menuruni tiga undakan tangga dari podium. Presiden tampak menggandeng tangan kanan Quraish Shihab yang memegang tongkat di tangan kirinya. Keduanya sempat berbincang sejenak, di mana Quraish terlihat memberikan beberapa pesan yang direspons dengan anggukan kepala oleh Kepala Negara.
Informasi lengkap mengenai momen ini disampaikan melalui pernyataan Quraish Shihab dalam acara Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan yang dirilis pada Selasa, 10 Maret 2026.
