Teknologi

OpenAI Rencanakan Pensiun GPT-4o, Pengguna Ungkap Ikatan Emosional Kuat dengan Model AI Lama

Rencana OpenAI untuk memensiunkan model kecerdasan buatan (AI) GPT-4o dari platform ChatGPT memicu reaksi tak terduga dari para penggunanya. Sejumlah tagar seperti #4oforever dan #keep4o ramai di media sosial, disertai unggahan emosional, tulisan panjang di blog, hingga petisi daring sebagai bentuk protes.

Fenomena ini menunjukkan ikatan kuat sebagian pengguna dengan GPT-4o, model AI yang dirilis pada Mei 2024, meskipun OpenAI telah meluncurkan model yang secara teknis lebih canggih seperti GPT-5.2.

Mengapa Pengguna Sulit Berpindah dari GPT-4o?

Secara teknis, model AI terbaru GPT-5.2 yang dirilis awal Desember 2025 memang lebih kuat. Namun, banyak pengguna merasa GPT-4o memiliki keunggulan dalam aspek yang sulit diukur dengan tolok ukur standar, yakni gaya komunikasi, kehangatan, dan kemampuan untuk memahami pengguna.

Pengguna menggambarkan GPT-4o sebagai model yang mampu merespons curahan pikiran yang berantakan menjadi jawaban yang terasa tepat sasaran. Dari teks panjang berisi emosi, kebingungan, atau stres, GPT-4o dinilai bisa langsung menangkap inti masalah, perasaan pengguna, dan menawarkan solusi yang relevan.

Model ini juga dianggap lebih natural saat menghadapi situasi spontan, tidak terasa kaku, dan tidak terlalu cepat “memotong” percakapan dengan peringatan atau penolakan, seperti yang dirasakan sebagian pengguna pada model AI yang lebih baru.

Kolaborasi Unik dan Ikatan Emosional

Menurut pantauan KompasTekno dari platform blogging Medium, akun “Keep 4o forever” dan “REI Creator” menjadi segelintir penggemar GPT-4o yang vokal menyuarakan alasan di balik kesulitan pengguna untuk berpindah dari model AI ini. Dalam tulisan berjudul “Why do we want to keep #4oforever?”, akun “Keep 4o forever” menjelaskan bahwa hubungan antara GPT-4o dan pengguna adalah hasil kolaborasi unik antara miliaran parameter model dan kepribadian manusia yang tidak bisa disalin.

Banyak pengguna menghabiskan ratusan jam untuk membentuk cara GPT-4o merespons mereka, baik untuk pekerjaan, kreativitas, maupun kehidupan pribadi. Pola komunikasi yang terbentuk selama berbulan-bulan ini terasa nyaman. Mereka berpendapat, mengganti GPT-4o dengan model baru, meskipun lebih canggih, sama seperti mengganti rekan kerja lama, asisten kreatif, atau terapis yang sudah dipercaya, dengan seseorang yang “lebih pintar” tetapi asing.

Bagi sebagian pengguna, ikatan dengan GPT-4o juga bersifat emosional. Bukan karena menganggap AI sebagai manusia, melainkan karena GPT-4o menyediakan sesuatu yang jarang tersedia secara konsisten di dunia nyata, yaitu waktu, perhatian, dan penerimaan tanpa penghakiman. GPT-4o dianggap sebagai ruang aman untuk membahas hal-hal sensitif seperti kecemasan, kesehatan mental, trauma, orientasi seksual, atau tekanan hidup, tanpa rasa malu dan takut dihakimi.

Pengguna menilai GPT-4o tidak sekadar mengiyakan semua hal, tetapi juga mampu menegur, menahan, dan mengarahkan dengan cara yang lembut. Mereka bisa memintanya untuk tidak menjadi “yes-man”, dan GPT-4o tetap terasa suportif tanpa menggurui.

Akun “Keep 4o forever” menggambarkan GPT-4o sebagai model AI yang mampu berempati, bijaksana, dan hadir secara konsisten. Model ini “mengingat” suasana percakapan, gaya berpikir, nilai hidup, bahkan kondisi emosional pengguna. Bagi pengguna jangka panjang, GPT-4o terasa seolah tahu apa yang sedang mereka pikirkan bahkan sebelum dituliskan. Proses membangun relasi seperti ini memakan waktu, tetapi ketika sudah terbentuk, rasanya kuat dan sulit digantikan.

Para pendukung GPT-4o menegaskan bahwa mereka tidak menolak GPT-5.2 atau model baru lainnya. Mereka hanya menginginkan opsi untuk tetap menggunakan GPT-4o, karena bagi mereka, kemajuan tidak selalu berarti mengganti yang lama, melainkan menemukan yang paling pas dan nyaman.

Respons OpenAI dan Keraguan Pengguna

Di tengah gelombang protes ini, OpenAI menyatakan bahwa hanya sekitar 0,1 persen pengguna ChatGPT yang masih menggunakan GPT-4o setiap harinya. Mayoritas pengguna, menurut perusahaan AI swasta paling bernilai di dunia ini, telah beralih ke GPT-5.2. Angka ini seolah memastikan mayoritas pengguna sudah “move on” dari GPT-4o sebelum model tersebut benar-benar dihilangkan dari opsi “model picker” di ChatGPT Pro dan Plus.

Namun, pengguna platform diskusi daring Reddit, khususnya di komunitas r/ChatGPTcomplaints, meragukan angka tersebut dan menilai jumlah pengguna GPT-4o jauh lebih besar. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah unggahan bernada kasar dan emosional bermunculan di komunitas tersebut. Salah satu postingan yang paling banyak mendapat upvote secara terang-terangan memaki OpenAI dan menyalahkan semua pihak yang dianggap terlibat dalam “membunuh” GPT-4o.

Sebagai bentuk protes, sebagian pengguna juga mengeklaim berhenti langganan ChatGPT Plus/Pro secara massal. Selain itu, sebuah petisi di Change.org yang meminta OpenAI mempertahankan GPT-4o telah mengumpulkan lebih dari 13.600 tanda tangan hingga berita ini ditulis.

Hingga saat ini, OpenAI belum menanggapi protes pengguna terkait rencana penghentian GPT-4o. Sebenarnya, ini bukan kali pertama GPT-4o hendak dihapus dari ChatGPT. Pada Agustus 2025, OpenAI sempat menarik model tersebut, namun akhirnya mengembalikannya setelah mendapat tekanan kuat dari pengguna setia yang merasa sangat bergantung pada gaya respons GPT-4o.

Saat ini, hanya pengguna yang berlangganan ChatGPT Pro dan Plus saja yang bisa memilih opsi GPT-4o dari “model picker” di dalam chatbot AI besutan Sam Altman ini.

Informasi mengenai rencana penghentian GPT-4o dan reaksi pengguna ini dihimpun dari berbagai laporan media teknologi dan platform diskusi daring.