Anggapan bahwa aktivitas olahraga harus dihindari selama bulan puasa seringkali muncul karena kekhawatiran akan penurunan energi. Namun, seorang pakar dari Universitas Sebelas Maret (UNS) menegaskan bahwa puasa bukanlah penghalang untuk tetap aktif secara fisik demi menjaga kebugaran tubuh.
Puasa Bukan Halangan untuk Tetap Berolahraga
Dr. dr. Intan Suraya Ellyas, M.Or., dosen Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, menekankan pentingnya aktivitas fisik selama puasa. Menurutnya, olahraga justru dibutuhkan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.
“Berpuasa bukan menjadi halangan bagi kita untuk berolahraga. Selama kondisi tubuh sehat dan tidak memiliki penyakit tertentu, olahraga tetap bisa dilakukan. Namun, perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing dan tidak dilakukan secara berlebihan,” ujar Dr. Intan, seperti dikutip dari situs resmi UNS pada Jumat, 27 Februari 2026.
Ia menambahkan, bagi individu dengan riwayat penyakit tertentu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis terlebih dahulu. Hal ini penting untuk menentukan jenis dan intensitas olahraga yang paling sesuai dan aman.
Waktu dan Durasi Ideal untuk Berolahraga Saat Puasa
Dr. Intan menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk berolahraga selama bulan Ramadan adalah sekitar 30 hingga 45 menit sebelum waktu berbuka puasa. Pilihan waktu ini memungkinkan tubuh untuk segera mendapatkan kembali asupan energi melalui makanan dan minuman setelah berolahraga.
Alternatif waktu lainnya adalah setelah berbuka puasa atau setelah salat tarawih, dengan catatan ada jeda waktu yang cukup agar tubuh siap beraktivitas kembali. Berolahraga di pagi hari juga dimungkinkan, asalkan kebutuhan nutrisi saat sahur terpenuhi dengan baik.
Jenis Olahraga yang Disarankan
Untuk menjaga kebugaran selama puasa, Dr. Intan merekomendasikan olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang. Beberapa contoh aktivitas yang cocok meliputi jalan kaki, bersepeda, jogging ringan, stretching, yoga, pilates, atau latihan beban ringan.
Intensitas olahraga dapat disesuaikan kembali dengan kemampuan dan kondisi fisik masing-masing individu agar tidak membebani tubuh secara berlebihan.
Manfaat Olahraga dan Pola Hidup Sehat Selama Ramadan
Olahraga saat puasa memiliki berbagai manfaat, di antaranya meningkatkan efisiensi fungsi tubuh, memperbaiki dan meregenerasi sel-sel tubuh, serta membantu tubuh beradaptasi dengan kondisi asupan energi yang terbatas.
“Olahraga merupakan salah satu upaya efektif untuk menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit degeneratif. Seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan metabolik lainnya, yang saat ini tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, tetapi juga usia produktif,” ungkap Dr. Intan.
Selain olahraga, pola hidup sehat secara menyeluruh juga tidak boleh dilupakan selama Ramadan. Ini mencakup asupan nutrisi seimbang saat sahur dan berbuka, istirahat yang cukup, serta pengelolaan stres yang baik. Dr. Intan bahkan melihat momentum Ramadan sebagai kesempatan untuk memulai kebiasaan hidup sehat secara komprehensif.
Informasi lengkap mengenai panduan olahraga saat puasa ini disampaikan melalui pernyataan resmi Dr. dr. Intan Suraya Ellyas, M.Or., dari Universitas Sebelas Maret yang dirilis pada Jumat, 27 Februari 2026.
