Otoritas Italia Soroti Restorasi Lukisan Gereja, Wajah Malaikat Diklaim Mirip PM Meloni
Menteri Kebudayaan Italia dan Keuskupan Roma telah meluncurkan penyelidikan terhadap sebuah lukisan di gereja Basilika Santo Lawrence di Lucina, Roma, Italia. Penyelidikan ini dilakukan setelah muncul klaim bahwa wajah salah satu malaikat dalam lukisan tersebut mirip dengan Perdana Menteri (PM) Italia, Giorgia Meloni.
Kontroversi ini mencuat setelah lukisan di gereja bersejarah tersebut baru saja direstorasi, membuat detailnya semakin terlihat jelas. Foto-foto lukisan sebelum dan sesudah restorasi pun beredar luas di media sosial, memicu perdebatan publik.
Kontroversi Wajah Malaikat
Kemiripan wajah malaikat dengan PM Meloni pertama kali disorot oleh surat kabar La Repubblica pada Minggu, 1 Februari 2026. Media tersebut mencatat bahwa salah satu dari dua malaikat yang mengapit patung dada marmer raja terakhir Italia kini memiliki “wajah yang terasa akrab dan sangat kontemporer”.
La Repubblica juga melaporkan bahwa sebelum restorasi, sosok tersebut hanyalah “kerub yang bersifat umum”. Namun, setelah perbaikan, wajah itu disebut-sebut sebagai “wajah perempuan paling berkuasa di negara ini,” merujuk pada PM Giorgia Meloni.
Tindak Lanjut Otoritas
Menanggapi isu ini, Kementerian Kebudayaan Italia menyatakan telah mengirim para teknisi untuk melakukan inspeksi terhadap figur bersayap tersebut. Dalam pernyataannya, kementerian meminta teknisi untuk “menetapkan sifat pekerjaan yang telah dilakukan” serta akan “menentukan langkah apa yang perlu diambil.”
Sementara itu, Keuskupan Roma melalui vikaris jenderalnya, Baldassare Reina, menyampaikan “kekecewaan” atas kejadian tersebut. Keuskupan akan “segera memulai penyelidikan yang diperlukan” untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab. “Ditekankan dengan tegas bahwa gambar-gambar seni sakral dan tradisi Kristen tidak boleh disalahgunakan atau dieksploitasi, karena mereka dimaksudkan semata-mata untuk mendukung kehidupan liturgi serta doa pribadi dan komunal,” bunyi pernyataan Keuskupan Roma.
Penjelasan Seniman Restorasi
Pastor paroki Daniele Micheletti menjelaskan bahwa dekorasi di kapel tersebut baru-baru ini diperbaiki kembali setelah mengalami kerusakan akibat air. Karya aslinya sendiri baru dibuat pada tahun 2000, sehingga tidak berada di bawah perlindungan cagar budaya.
Restorasi dilakukan oleh seniman yang sama yang menciptakan lukisan aslinya, Bruno Valentinetti. Valentinetti membantah anggapan bahwa dirinya telah mengubah gambar tersebut dan hanya merestorasi lukisan ke kondisi aslinya. “Mereka meminta saya untuk memperbaikinya, dan saya melakukannya. Saya mengerjakannya selama dua tahun dan menyelesaikannya setahun lalu,” tuturnya.
Valentinetti menambahkan, “Banyak bagian yang hilang. Dalam restorasi, Anda menghilangkan lapisan-lapisan yang menutupi, dan desain asli muncul kembali. Saya menelusuri garisnya dan mengembalikan warnanya. Desainnya rusak, tetapi saya berhasil memulihkan garis besar dan menelusurinya.” Ia mengaku melakukan pekerjaan itu dengan restu pastor paroki dan secara sukarela sebagai tanda terima kasih. “Ini bukan Meloni. Saya merestorasi wajah-wajah itu seperti kondisi 25 tahun lalu,” pungkasnya.
Reaksi PM Meloni dan Oposisi
PM Giorgia Meloni ikut buka suara menanggapi kontroversi yang menarik perhatian publik ini. Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengunggah foto malaikat yang telah direstorasi, disertai keterangan: “Tidak, saya jelas tidak terlihat seperti malaikat,” lengkap dengan emoji tertawa.
Di sisi lain, politisi oposisi Irene Manzi dari Partito Democratico menanggapi kabar ini dengan kritik. “Apa yang muncul ini tidak dapat diterima,” tutur Manzi, menyerukan penyelidikan untuk memastikan apakah restorasi tersebut melanggar peraturan pelestarian warisan budaya. Anggota partai Movimento Cinque Stelle juga menyoroti implikasi yang lebih luas mengenai isu tersebut. “Kami tidak dapat membiarkan seni dan budaya berisiko menjadi alat propaganda atau tujuan lain apa pun, terlepas dari apakah wajah yang digambarkan adalah wajah perdana menteri,” demikian pernyataan partai tersebut.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui laporan media seperti The Guardian dan Reuters yang dirilis pada awal Februari 2026.