Islami

Otoritas Umum Dua Masjid Suci Resmi Terapkan Sistem Barcode Canggih untuk Pantau Kepadatan Tawaf dan Sa’i Selama Ramadan

Advertisement

Memasuki bulan suci Ramadan, Otoritas Umum untuk Pengelolaan Dua Masjid Suci menghadirkan inovasi terbaru demi meningkatkan kenyamanan jemaah umrah di Masjidil Haram. Sejak awal Ramadan, sistem pemantauan kepadatan berbasis barcode telah diaktifkan, memungkinkan jemaah mengetahui kondisi keramaian secara langsung sebelum melaksanakan ibadah.

Teknologi Barcode untuk Kenyamanan Tawaf dan Sa’i

Dilansir dari Saudi Gazette, layanan digital ini difokuskan pada dua ritual utama umrah, yaitu Tawaf mengelilingi Ka’bah dan Sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah. Sistem ini menampilkan tingkat kepadatan dalam tiga kategori: ringan, sedang, dan padat, yang ditunjukkan dengan indikator warna.

Informasi yang diperbarui secara real-time ini bertujuan membantu jemaah memilih waktu yang lebih lengang, sehingga ibadah dapat dilakukan dengan lebih tenang dan khusyuk.

Pengelolaan Kerumunan dan Fasilitas Pendukung Jemaah

Kehadiran teknologi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengelola lonjakan jemaah yang kerap terjadi selama Ramadan, terutama pada hari-hari istimewa. Pada Jumat pertama Ramadan, Masjidil Haram dipadati ribuan jemaah untuk menunaikan salat Jumat.

Pengelola masjid mengoordinasikan berbagai langkah di lapangan guna memastikan arus masuk dan keluar tetap tertib serta pergerakan jemaah berjalan lancar. Manajemen kerumunan dilakukan secara terstruktur dengan dukungan petugas di berbagai titik strategis.

Advertisement

Aspek kebersihan dan sanitasi juga menjadi perhatian utama demi menjaga kenyamanan dan kesehatan para jemaah. Layanan bimbingan dan informasi terus disediakan agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih terarah.

Rangkaian upaya tersebut bertujuan menciptakan suasana ibadah yang aman, tertib, dan penuh ketenangan, sehingga setiap jemaah dapat memaksimalkan momen spiritualnya di bulan Ramadan.

Informasi mengenai penerapan sistem barcode ini disampaikan melalui laporan Saudi Gazette yang dirilis pada awal Ramadan.

Advertisement