Pahami! Dosen Elektro Ungkap Lima Kebiasaan Sepele Penggunaan AC yang Diam-diam Sedot Listrik Lebih Banyak
Air conditioner (AC) atau pendingin ruangan menjadi perangkat elektronik esensial untuk menjaga kenyamanan suhu. Namun, tanpa disadari, kebiasaan penggunaan AC yang tidak tepat justru dapat memicu peningkatan konsumsi listrik dan membengkaknya tagihan. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk memahami cara penggunaan AC yang benar dan efisien agar terhindar dari pemborosan.
Kebiasaan Pengaturan Suhu AC Terlalu Rendah
Dosen Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Toto Sukisno, menjelaskan bahwa pengaturan suhu AC yang terlalu rendah, seperti 16 derajat Celsius, dapat menyebabkan pemborosan listrik. Suhu ekstrem ini memaksa kompresor AC bekerja lebih keras dan dalam waktu lebih lama untuk mencapai serta mempertahankan suhu ruangan.
“Betul, saat setting suhu di 16 derajat, artinya kita memaksa kompresor pada unit AC bekerja lebih keras untuk mengondisikan ruangan, sehingga konsumsi energinya meningkat,” ujar Toto kepada Kompas.com, Selasa (27/1/2026).
Menurut Toto, fungsi utama AC adalah menciptakan kenyamanan termal, bukan mendinginkan ruangan hingga titik terendah. Rentang suhu yang nyaman umumnya berkisar antara 22–26 derajat Celsius. Oleh karena itu, suhu ideal AC yang disarankan adalah sekitar 24 derajat Celsius.
“Jika setting remote di bawah 24 derajat, konsumsi energi akan lebih besar dibandingkan jika disetel di 24 derajat Celsius,” jelasnya.
Sering Mematikan dan Menyalakan AC
Kebiasaan sering mematikan dan menyalakan AC juga dapat menyebabkan penggunaan listrik yang lebih boros. Setiap kali AC dinyalakan kembali, perangkat membutuhkan energi ekstra untuk mengondisikan suhu ruangan dari awal.
Pada AC konvensional, kompresor akan bekerja penuh hingga suhu yang diinginkan tercapai, kemudian berhenti dan menyala kembali saat suhu ruangan naik. Jika AC dimatikan lalu dinyalakan berulang kali, kompresor akan selalu memulai proses dari awal, sehingga konsumsi energi menjadi lebih besar. Kebiasaan ini juga berdampak pada kinerja kompresor AC inverter yang menjadi kurang efisien.
“Kalau AC dihidup-matikan, maka perangkat akan memulai kerja dari awal lagi dan membutuhkan energi lebih besar untuk mengondisikan udara sesuai suhu yang diinginkan,” terang Toto.
Kesalahan Penggunaan Mode AC (Fan vs. Cool)
Toto Sukisno juga menjelaskan perbedaan fungsi antara mode fan dan mode cool pada AC. Mode fan hanya mengoperasikan kipas tanpa mengaktifkan kompresor, sementara mode cool mengaktifkan kompresor untuk menurunkan suhu udara.
“Dari tinjauan konsumsi energi listrik, tentu mode fan lebih hemat dibandingkan mode cool,” kata Toto saat dihubungi Kompas.com, Rabu (19/11/2025).
Mode fan umumnya digunakan untuk membantu sirkulasi udara dan mengurangi kelembapan, sedangkan mode cool digunakan ketika pengguna ingin menurunkan suhu ruangan secara langsung.
AC Menyala di Ruangan Kosong
Dosen Teknik Ketenagalistrikan STEI Institut Teknologi Bandung (ITB), Syarif Hidayat, menyebutkan bahwa satu unit AC rata-rata memiliki daya sekitar 300 watt. Meskipun terlihat kecil, penggunaan dalam waktu lama dapat menyebabkan konsumsi listrik membengkak.
“Kalau bicara pemborosan listrik yang paling sering terjadi tanpa disadari, itu banyak berasal dari AC,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com (26/9/2025).
Menurut Syarif, salah satu kebiasaan paling boros adalah membiarkan AC menyala terus-menerus meskipun tidak ada orang di dalam ruangan. Konsumsi listrik ditentukan oleh besarnya daya dikalikan dengan lamanya pemakaian. Semakin lama AC menyala, semakin besar energi yang terpakai.
“Kalau AC dinyalakan 24 jam, jelas konsumsi energinya dua kali lipat dibandingkan jika hanya digunakan 12 jam. Jadi kalau tidak ada orang, lebih baik AC dimatikan,” tambahnya.
Pintu dan Jendela Tidak Tertutup Rapat
Pemborosan listrik juga dapat terjadi jika pintu atau jendela ruangan tidak tertutup rapat saat AC menyala. Menurut Syarif, kondisi ini menyebabkan udara dingin keluar dari ruangan, sehingga AC harus bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap dingin.
“Kalau pintu atau jendela terbuka, udara dingin dari AC akan keluar. Itu yang bikin boros, karena AC terus bekerja untuk mendinginkan ruangan,” jelasnya.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi dari Dosen Pendidikan Teknik Elektro UNY, Toto Sukisno, dan Dosen Teknik Ketenagalistrikan STEI ITB, Syarif Hidayat, yang dirilis melalui Kompas.com.