Pahami Niat dan Tata Cara Qadha Puasa Ramadhan: Jangan Tunda Hingga Ramadhan Berikutnya
Perempuan Muslim yang tidak menjalankan puasa Ramadhan karena haid memiliki kewajiban untuk menggantinya pada hari lain setelah kembali suci. Kewajiban qadha ini termasuk dalam kategori puasa wajib, sehingga pelaksanaannya harus memenuhi syarat sah, terutama terkait niat yang dilakukan sebelum terbit fajar.
Dasar hukum qadha puasa ini bersumber dari penjelasan Ummul Mukminin Aisyah RA. Beliau menyebutkan bahwa perempuan yang haid diperintahkan untuk mengganti puasa, tetapi tidak diwajibkan mengganti salat.
“Kami dahulu mengalami haid, lalu kami diperintahkan mengqadha puasa dan tidak diperintahkan mengqadha salat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketentuan ini menjadi pijakan kuat dalam fikih Islam terkait kewajiban qadha puasa bagi perempuan haid. Secara umum, puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, seperti baligh, berakal, dan tidak berada dalam kondisi uzur. Oleh karena itu, bagi siapa pun yang meninggalkan puasa Ramadhan karena alasan yang diperbolehkan, termasuk haid, wajib mengganti puasa di luar bulan Ramadhan.
Bacaan dan Waktu Niat Puasa Qadha
Bacaan niat merupakan salah satu rukun yang wajib dilakukan ketika menjalankan ibadah, termasuk puasa. Dikutip dari Kompas.com pada Selasa, 27 Januari 2026, dalam fikih mazhab Syafi’i yang menjadi rujukan mayoritas Muslim di Indonesia, niat puasa qadha dapat dilafalkan atau cukup dihadirkan dalam hati.
Adapun bacaan niat puasa qadha Ramadhan tersebut adalah:
“Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi Ramadhana lillahi ta‘ala.”
Artinya: “Saya niat puasa esok hari untuk mengganti puasa wajib Ramadhan karena Allah Ta‘ala.”
Lafal niat ini berlaku untuk seluruh puasa qadha Ramadhan, termasuk puasa yang ditinggalkan karena haid. Penting untuk mengetahui waktu niat puasa qadha karena puasa tersebut termasuk puasa wajib. Niat puasa qadha sendiri harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar atau sebelum waktu Subuh.
Mayoritas ulama sepakat bahwa puasa qadha tidak sah apabila niat dilakukan setelah Subuh. Namun, ketentuan tersebut berbeda dengan puasa sunah, yang masih membolehkan niat di pagi hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Tata Cara dan Batas Waktu Pelaksanaan Qadha Puasa
Tata cara mengqadha puasa Ramadhan dilakukan sebagaimana puasa pada umumnya. Pertama, tentukan hari yang diperbolehkan untuk berpuasa dan hindari hari-hari yang diharamkan, seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Selanjutnya, niat qadha dilakukan sebelum Subuh dan dianjurkan untuk makan sahur.
Selama berpuasa, umat Islam wajib menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa serta dianjurkan memperbanyak ibadah, seperti zikir, doa, membaca Al-Qur’an, dan sedekah. Puasa kemudian ditutup dengan berbuka disertai doa.
Qadha puasa Ramadhan sebaiknya diselesaikan sebelum datangnya Ramadhan berikutnya. Dikutip dari Kompas.com, jika qadha ditunda tanpa uzur syar’i hingga memasuki Ramadhan selanjutnya, maka kewajiban mengganti puasa tetap berlaku. Menurut mayoritas ulama, penundaan tersebut juga mewajibkan pembayaran fidyah sebagai bentuk tanggung jawab atas kelalaian.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kompas.com yang dirilis pada Selasa, 27 Januari 2026.