Pahami Pilihan Investasi Emas Digital atau Fisik: Perencana Keuangan Soroti Kelebihan dan Kekurangannya
Emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi favorit masyarakat Indonesia, terutama dengan tren kenaikan harga yang sempat menembus angka di atas Rp 3 juta per gram untuk logam mulia beberapa waktu lalu. Seiring perkembangan teknologi, investasi emas kini tidak hanya tersedia dalam bentuk fisik, tetapi juga digital. Hal ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor: mana yang lebih baik antara emas fisik atau digital untuk investasi?
Perbandingan Emas Fisik dan Digital Menurut Perencana Keuangan
Perencana keuangan Andi Nugroho menjelaskan bahwa pilihan antara emas digital dan fisik sama baiknya, namun perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. “Potensi pertumbuhan dan tingkat likuiditasnya menurut saya sama,” ujar Andi kepada Kompas.com pada Jumat, 30 Januari 2026.
Faktor Penentu Pilihan: Kemampuan Finansial dan Gaya Investasi
Andi Nugroho menguraikan beberapa faktor utama yang menjadi pertimbangan bagi calon investor:
- Kemampuan Finansial
Pilihan investasi emas dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial. Pembelian emas fisik umumnya dilakukan secara lunas, sehingga investor dapat langsung menyimpan fisiknya. Sementara itu, emas digital menawarkan opsi pembelian secara mencicil dalam jangka waktu tertentu, dan fisiknya dapat dicetak setelah lunas.
“Jadi bagi yang dananya terbatas namun ingin punya emas bisa menjadikan emas digital sebagai alternatif,” tutur Andi.
- Gaya Investasi
Gaya investasi individu juga memengaruhi pilihan. Bagi sebagian orang yang lebih menyukai melihat dan memegang barang secara fisik, membeli emas di butik emas menjadi pilihan. Namun, bagi yang tidak ingin repot dalam penyimpanan atau pengurusan, emas digital bisa menjadi solusi.
Emas digital memungkinkan pembelian kapan saja tanpa perlu datang ke toko. “Emas digital bisa menjadi opsi untuk berinvestasi emas secara efisien dan efektif,” papar Andi.
Menimbang Kekurangan dan Biaya Tambahan Investasi Emas
Setiap bentuk investasi emas memiliki kekurangan dan biaya tambahan yang perlu diperhatikan:
- Kekurangan Emas Fisik dan Digital
Penyimpanan emas fisik secara mandiri memiliki risiko kehilangan, seperti mudah terselip, kemalingan, kecurian, atau rusak akibat bencana seperti banjir dan kebakaran. Jika tidak berani menyimpan sendiri, penitipan di safe deposit box bank menjadi alternatif, namun memerlukan biaya tambahan.
Emas digital juga memiliki kekurangan, terutama saat pembelian secara mencicil. “Kekurangannya adalah ketika mencicil biasanya ada faktor pembungaan atau total harga yang kita bayarkan dapat lebih mahal dari harga pembelian cash,” kata Andi.
- Biaya Tambahan Emas Fisik dan Digital
Untuk emas fisik yang disimpan di safe deposit box bank, terdapat biaya administrasi dan sewa yang berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 1.750.000 per tahun, tergantung ukuran boks dan kebijakan bank. Biaya ini belum termasuk PPN, uang jaminan kunci (sekitar Rp 500.000-Rp 1.000.000), dan biaya pendaftaran awal. Jika disimpan sendiri di rumah, tidak ada biaya tambahan.
Biaya administrasi emas digital bervariasi tergantung platform yang digunakan. Umumnya meliputi biaya pembukaan rekening (Rp 0 – Rp 10.000), penitipan atau penyimpanan tahunan (sekitar Rp 30.000/tahun), dan biaya spread jual-beli (2-4 persen). Platform aplikasi juga disediakan untuk memantau simpanan atau cicilan emas digital.
Informasi lengkap mengenai perbandingan investasi emas fisik dan digital ini disampaikan melalui pernyataan resmi perencana keuangan Andi Nugroho yang dirilis pada Jumat, 30 Januari 2026.