Panasonic secara resmi menghentikan produksi televisi buatannya sendiri dan menyerahkan seluruh proses manufaktur, pemasaran, serta penjualan TV bermerek Panasonic kepada perusahaan asal China, Skyworth. Keputusan strategis ini diumumkan dalam sebuah acara peluncuran kemitraan yang menandai babak baru bagi raksasa elektronik Jepang tersebut.
Pergeseran Strategi Bisnis Panasonic
Dalam kesepakatan kerja sama ini, Skyworth akan mengambil alih peran utama dalam penjualan, pemasaran, dan logistik di sejumlah wilayah penting, termasuk Amerika Serikat dan Eropa. Sementara itu, Panasonic tidak sepenuhnya lepas tangan; perusahaan akan tetap terlibat aktif melalui penyediaan keahlian teknis dan pengawasan kualitas.
Keterlibatan Panasonic ini bertujuan untuk menjaga standar audiovisual yang tinggi, termasuk dalam pengembangan bersama model OLED kelas atas. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan dukungan purnajual bagi seluruh TV Panasonic yang terjual hingga Maret 2026, serta produk-produk yang akan tersedia mulai April 2026.
Skyworth sendiri merupakan merek televisi yang berbasis di Shenzhen, China, dan mengklaim sebagai salah satu dari tiga penyedia platform Android TV terbesar di dunia. Laporan firma riset Omdia pada Juli mencatat Skyworth termasuk dalam lima besar merek TV berdasarkan pendapatan penjualan global pada kuartal I 2025, meskipun posisinya disebut belum konsisten.
Sejarah Panjang Panasonic di Industri Televisi
Keputusan ini merupakan kelanjutan dari serangkaian langkah Panasonic yang telah lama mengurangi keterlibatannya di bisnis televisi. Pada era TV plasma, Panasonic sempat menjadi pemimpin pasar, menguasai 40,7 persen pasar panel plasma global pada 2010, mengungguli Samsung dan LG, berdasarkan data DisplaySearch.
Namun, pada Maret 2014, Panasonic menghentikan produksi TV plasma. Alasan utamanya adalah meningkatnya minat terhadap TV LCD layar datar serta tekanan ekonomi pasca kebangkrutan Lehman Brothers, di mana bisnis TV plasma dilaporkan sudah tidak lagi menghasilkan keuntungan selama beberapa tahun.
Pada tahun yang sama, Panasonic mulai mengurangi bisnis TV di Amerika Serikat dan sepenuhnya keluar dari pasar tersebut pada 2016. Kemudian, pada 2021, perusahaan mengungkapkan akan mengalihdayakan seluruh produksi TV ke pihak ketiga yang tidak disebutkan namanya. Meskipun sempat kembali ke pasar AS pada 2024 dengan TV OLED dan Mini LED yang dirancang dan dikembangkan di Jepang, Presiden Panasonic Yuki Kusumi pada Februari 2025 menyatakan perusahaan “siap menjual” bisnis TV jika diperlukan.
Tren Perusahaan Jepang di Pasar TV Global
Kesepakatan dengan Skyworth ini memungkinkan Panasonic untuk mengurangi sumber daya yang dialokasikan untuk bisnis televisi, sambil tetap memperoleh pendapatan dari penjualan TV bermerek Panasonic. Langkah ini juga semakin menegaskan tren berkurangnya produksi TV oleh perusahaan-perusahaan Jepang.
Sejumlah perusahaan Jepang lain seperti Sharp, Toshiba, Hitachi, dan Pioneer telah lebih dulu meninggalkan produksi televisi. Awal tahun ini, Sony yang berbasis di Tokyo juga mengumumkan penjualan 51 persen bisnis hiburan rumahnya, termasuk TV, kepada TCL yang berbasis di China.
Menariknya, dalam acara peluncuran kemitraan tersebut, Panasonic turut memamerkan dua prototipe TV OLED, termasuk satu model yang menggunakan panel Tandem WOLED terbaru dari LG Display. Hal ini mengindikasikan kemungkinan hadirnya desain TV baru dengan logo Panasonic dalam waktu dekat, meskipun produksinya kini dipegang oleh Skyworth.
Informasi lengkap mengenai kemitraan strategis ini disampaikan melalui pernyataan resmi Panasonic dalam acara peluncuran yang digelar perusahaan, sebagaimana dilaporkan oleh FlatpanelsHD.
