Pemerintah Tetapkan Tarif Listrik PLN untuk Periode 2-8 Februari 2026: Cek Rincian dan Simulasi Pembelian Token
Pemerintah telah resmi menetapkan tarif listrik yang berlaku pada 2-8 Februari 2026 untuk seluruh pelanggan PLN, termasuk golongan rumah tangga. Pelanggan prabayar dan pascabayar memiliki besaran tarif yang sama, dengan pelanggan prabayar perlu membeli token listrik yang kemudian dimasukkan ke meteran untuk mendapatkan daya. Sementara itu, pelanggan pascabayar cukup membayar tagihan listrik setelah pemakaian dalam periode tertentu.
Tarif Listrik Pelanggan Rumah Tangga Februari 2026
Berikut adalah rincian lengkap tarif listrik yang berlaku untuk pelanggan rumah tangga pada periode Februari 2026:
Tarif Listrik Pelanggan Rumah Tangga Non-Subsidi:
- Golongan R-1/TR kecil daya 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh
- Golongan R-1/TR kecil daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- Golongan R-1/TR kecil daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- Golongan R-2/TR menengah daya 3.500-5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
- Golongan R-3/TR,TM besar daya di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh
Tarif Listrik Pelanggan Rumah Tangga Subsidi:
- Golongan R-1/TR daya 450 VA: Rp 415 per kWh
- Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp 605 per kWh
Simulasi Pembelian Token Listrik Rp 100.000 di Jakarta
Pembelian token PLN akan disesuaikan dengan tarif dasar listrik terkini dan dipotong Pajak Penerangan Jalan (PPJ) daerah sesuai kebijakan pemerintah setempat. Sebagai contoh, PPJ di Jakarta memiliki besaran sebagai berikut:
- Sampai 2.200 VA: 2,4 persen
- 3.500-5.500 VA: 3 persen
- 6.600 VA ke atas: 4 persen
Adapun rumus penghitungan besaran kWh yang diperoleh adalah:
(Nominal token - PPJ daerah) : tarif dasar listrik = kWh yang didapatkan
Berikut rincian besaran kWh yang diperoleh jika membeli token Rp 100.000 untuk masing-masing golongan pelanggan rumah tangga non-subsidi di Jakarta:
- Rumah tangga daya 900 VA:
(Rp 100.000 – 2,4 persen) : Rp 1.352 = (Rp 100.000 – Rp 2.400) : Rp 1.352 = Rp 97.600 : Rp 1.352 = 72,19 kWh - Rumah tangga daya 1.300-2.200 VA:
(Rp 100.000 – 2,4 persen) : Rp 1.444,70 = (Rp 100.000 – Rp 2.400) : Rp 1.444,70 = Rp 97.600 : Rp 1.444,70 = 67,56 kWh - Rumah tangga daya 3.500-5.500 VA:
(Rp 100.000 – 3 persen) : Rp 1.699,53 = (Rp 100.000 – Rp 3.000) : Rp 1.699,53 = Rp 97.000 : Rp 1.699,53 = 57,07 kWh - Rumah tangga daya 6.600 VA lebih:
(Rp 100.000 – 4 persen) : Rp 1.699,53 = (Rp 100.000 – Rp 4.000) : Rp 1.699,53 = Rp 96.000 : Rp 1.699,53 = 56,49 kWh
Panduan Cek Sisa kWh dan Alarm Meteran Token PLN
Pelanggan PLN prabayar dapat mengaktifkan alarm dan mengecek sisa kWh dengan memasukkan kode tertentu pada meteran. Jenis meteran listrik token yang umum digunakan di Indonesia antara lain Melcoinda, Sanxing, Cannet, Smart, Itron, Hexing, Conlog, Glomet, dan Star.
Kode di Meteran Melcoinda, Sanxing, Cannet, dan Smart:
- 00: menampilkan LCD meteran
- 01: melakukan tes relay
- 02: melakukan tes alarm
- 03: menampilkan total pemakaian kredit
- 04: menampilkan Key Revision Number (KRN)
- 05: menampilkan tarif index
- 07: menampilkan batas daya
- 09: menampilkan daya sesaat
- 10: menampilkan versi program
- 37: menampilkan sisa kredit
- 38: menampilkan total pengisian kredit
- 41: menampilkan tegangan sesaat
- 44: menampilkan arus sesaat
- 53: menampilkan total pengisian token kredit
- 54: menampilkan token kredit terakhir
- 55: menampilkan token kredit terakhir ke-2
- 56: menampilkan token kredit terakhir ke-3
- 57: menampilkan token kredit terakhir ke-4
- 58: menampilkan token kredit terakhir ke-5
- 83: menampilkan konsumsi energi bulan lalu
- 84: menampilkan konsumsi energi bulan lalu ke-2
- 85: menampilkan konsumsi energi bulan lalu ke-3
Kode di Meteran Itron:
- 00: melakukan restart meter
- 03: menampilkan total kWh listrik yang telah digunakan
- 07: menampilkan batas kWh
- 09: menampilkan daya yang sedang digunakan
- 41: menampilkan tegangan listrik
- 44: menampilkan jumlah ampere yang sedang dipakai
- 47: menampilkan daya yang sedang dipakai
- 54: menampilkan kode token terakhir
- 59: menampilkan jumlah kWh pengisian terakhir
- 69: menampilkan jumlah berapa kali listrik mati
- 75: menampilkan ID pelanggan PLN prabayar
- 79: menampilkan batas minimal alarm
- 456xx: mengubah batas minimal alarm (contoh: 45605 untuk 5 kWh)
- 78: menampilkan delay alarm dalam menit
- 123xx: mengubah delay alarm (contoh: 12310 untuk 10 menit)
- 90: mematikan lampu LED
Kode di Meteran Hexing:
- 800: melakukan restart meter
- 801: menampilkan sisa kWh
- 804: menampilkan ID meter PLN prabayar
- 807: menampilkan tegangan listrik
- 808: menampilkan jumlah ampere yang sedang dipakai
- 809: menampilkan jumlah berapa kali listrik mati
- 812: mematikan alarm batas kWh
- 814: menampilkan daya yang sedang dipakai
- 815: menampilkan tanggal pengisian terakhir
- 817: menampilkan jumlah kWh pengisian terakhir
- 851: menampilkan total kWh listrik yang telah digunakan
- 852: menampilkan kode token terakhir
Kode di Meteran Conlog:
- #1#: menampilkan daya rata-rata yang digunakan
- #2#: menampilkan jumlah kWh pemakaian terakhir
- #6#: menampilkan jumlah kWh yang dimasukkan terakhir
- #11#: menampilkan kode token terakhir
Kode di Meteran Glomet:
- 37: menampilkan sisa kWh
- 38: menampilkan total kWh listrik yang telah digunakan
- 41: menampilkan tegangan listrik
- 47: menampilkan daya yang sedang dipakai
- 54: menampilkan kode token terakhir
- 59: menampilkan jumlah kWh pengisian terakhir
- 75: menampilkan ID meter PLN prabayar
- 79: menampilkan batas minimal alarm
Kode di Meteran Star:
- 07: menampilkan sisa kWh
- 12: menampilkan batas minimal alarm
- 37: menampilkan delay alarm dalam menit
- 65: menampilkan ID meter listrik prabayar
- 76: menampilkan jumlah kWh pengisian terakhir
Informasi lengkap mengenai rincian tarif listrik dan panduan penggunaan meteran token ini disampaikan melalui pernyataan resmi pemerintah dan PLN yang berlaku mulai 2 Februari 2026.