Berita

Pemerintah Ungkap Upaya Perlindungan WNI di Timur Tengah, Evakuasi Gelombang Pertama Tiba

Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago memastikan pemerintah Indonesia memberikan perlindungan maksimal bagi warga negara Indonesia (WNI) di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan menyusul kedatangan gelombang pertama evakuasi WNI dari Iran yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (10/3/2026).

Komitmen Perlindungan WNI

Dalam siaran pers pada Rabu (11/3/2026), Djamari Chaniago menegaskan, “Pemerintah memberikan upaya nyata dalam memberikan perlindungan maksimal kepada WNI, sekaligus memastikan keselamatan warga negara tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika konflik internasional.”

Pemerintah, melalui Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI di kawasan, terus memantau situasi keamanan serta memastikan proses evakuasi berjalan aman dan terkoordinasi. Djamari juga menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan koordinasi yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri RI beserta seluruh unsur terkait dalam proses evakuasi tersebut.

Tahapan evakuasi lanjutan akan segera dilaksanakan bagi WNI yang masih berada di wilayah terdampak. Djamari mengimbau WNI di kawasan Timur Tengah untuk terus berkoordinasi dengan perwakilan RI setempat guna memastikan keselamatan dan kelancaran proses repatriasi.

Dinamika Konflik di Timur Tengah

Situasi di Timur Tengah memanas setelah Israel menyerang Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Pasca-serangan tersebut, Israel menutup wilayah udaranya dan menetapkan keadaan darurat sebagai antisipasi kemungkinan serangan balasan Iran dengan drone dan rudal, seperti dikutip dari The Guardian.

Juru bicara militer Israel menyatakan, serangan tersebut merupakan langkah pendahuluan untuk menghilangkan ancaman terhadap negaranya. Laporan Associated Press menyebutkan, serangan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dengan dua ledakan terdengar di Teheran, menurut Agence France-Presse.

Advertisement

Amerika Serikat (AS) disebut turut terlibat dalam serangan tersebut, informasi ini disampaikan oleh sejumlah pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui operasi. Serangan itu terjadi saat AS mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang ke kawasan tersebut untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

Kematian Pemimpin Tertinggi Iran dan Dampaknya

Di tengah eskalasi konflik, kantor berita Tasnim dan Fars mengonfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei. Namun, tidak ada detail seputar kematiannya yang diumumkan secara resmi.

Menyusul kematian Khamenei, Iran mendeklarasikan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari hari libur nasional sebagai bentuk penghormatan.

Informasi lengkap mengenai upaya perlindungan WNI dan perkembangan situasi di Timur Tengah disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan yang dirilis pada Rabu, 11 Maret 2026.

Advertisement