Edukasi

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Israel-AS, Kediaman Hancur Total

Advertisement

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (28/2/2026) dini hari. Kematiannya disebut akibat serangan Israel-Amerika Serikat (AS) yang menghantam kantor kediamannya saat bertugas. Insiden tragis ini juga menyebabkan kediaman Khamenei hancur total, serta menewaskan anak dan menantunya.

Latar Belakang Pendidikan Ayatollah Ali Khamenei

Dikutip dari laman resmi Khamenei.ir pada Senin (2/3/2026), Ayatollah Ali Khamenei lahir di kota suci Mashhad, Provinsi Khurasan, Iran. Sejak usia empat tahun, ia bersama kakak laki-lakinya, Mohammad, menempuh pendidikan dasar di Maktab, sekolah tradisional untuk belajar alfabet dan Al-Quran.

Pendidikannya kemudian dilanjutkan di sekolah Islam yang baru didirikan. Setelah itu, Khamenei melanjutkan studi di seminari teologi di Mashhad, tepatnya di sekolah-sekolah agama Soleiman Khan dan Nawwab.

Di bawah bimbingan ayahnya dan beberapa ulama besar, Khamenei menyelesaikan seluruh kurikulum tingkat menengah. Materi yang dipelajari meliputi logika, filsafat, dan yurisprudensi Islam dalam waktu yang relatif singkat, yakni lima tahun.

Pada usia 18 tahun, Khamenei memulai studi tingkat lanjutnya yang dikenal sebagai Darse Kharij bersama ulama terkemuka seperti Grand Ayatollah Milani. Pada tahun 1957, ia memutuskan untuk melakukan ziarah dan melanjutkan studi ke tempat-tempat suci di Najaf, Irak.

Di Najaf, Khamenei terkesima dengan pengajaran teologis dan akademis dari ulama terkemuka seperti Ayatollah Hakim dan Ayatollah Shahrudi. Meski ingin menetap, ia kembali ke Iran pada tahun 1958 atas permintaan ayahnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Kota Qum hingga tahun 1964.

Advertisement

Setelah merampungkan pendidikan tingginya, Ayatollah Ali Khamenei mulai mengajar berbagai mata pelajaran agama kepada para siswa seminari dan universitas.

Peran Kunci dalam Kepemimpinan Iran

Ali Khamenei resmi memegang tampuk kepemimpinan tertinggi Iran pada tahun 1989, menggantikan sosok karismatik Ayatollah Ruhollah Khomeini. Jika Khomeini dikenal sebagai motor ideologis Revolusi Islam 1979, Khamenei adalah arsitek yang membangun fondasi militer modern Iran.

Pengalamannya memimpin Iran sebagai presiden di tengah perang berdarah melawan Irak pada era 1980-an turut membentuk sudut pandang politiknya yang kuat.

Informasi mengenai riwayat pendidikan Ayatollah Ali Khamenei disampaikan melalui laman resmi Khamenei.ir yang diakses pada Senin, 02 Maret 2026.

Advertisement