Pemerintah Provinsi Papua secara resmi menyalurkan dana hibah senilai Rp 5,75 miliar kepada sembilan lembaga di wilayahnya. Dana ini ditujukan untuk empat lembaga keagamaan dan lima lembaga pendidikan perintis, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sosial serta memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Papua pada Tahun Anggaran 2026. Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera.
Alokasi Dana Hibah dan Sasarannya
Dari total dana hibah Rp 5,75 miliar yang disalurkan, sebesar Rp 3,25 miliar dialokasikan khusus untuk bidang keagamaan. Anggaran ini akan mendukung berbagai lembaga dalam pelayanan umat serta penguatan aktivitas sosial kemasyarakatan berbasis keagamaan di Papua.
Secara spesifik, Klasis GKI Port Numbay kembali menerima dukungan sebesar Rp 2 miliar pada tahun 2026. Bantuan ini melengkapi alokasi sebelumnya sebesar Rp 4 miliar sejak tahun 2024, sehingga total dukungan untuk pembangunan Gedung Kantor Klasis mencapai Rp 6 miliar.
Sementara itu, sektor pendidikan perintis menerima alokasi dana sebesar Rp 2,5 miliar. Dukungan ini merupakan investasi jangka panjang Pemprov Papua untuk mencetak generasi muda yang kompeten, kreatif, dan berdaya saing. Keberadaan sekolah perintis dinilai krusial dalam membuka akses pendidikan di wilayah yang belum terjangkau fasilitas memadai, sekaligus mempercepat pemerataan layanan pendidikan.
Gubernur Matius D. Fakhiri menyatakan, “Dengan semangat gotong royong dan persatuan, kita dapat mewujudkan Papua yang damai, sejahtera, dan berkeadilan. Lembaga keagamaan dan sekolah perintis merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Papua.”
Penekanan Transparansi dan Kolaborasi
Gubernur Matius D. Fakhiri menekankan bahwa dana hibah yang disalurkan adalah amanah masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan dana tersebut harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pemerintah daerah menaruh kepercayaan penuh kepada para penerima hibah sebagai mitra pembangunan. Mereka diharapkan dapat menjaga integritas dalam pengelolaan bantuan demi tercapainya dampak positif yang maksimal.
“Melalui dukungan ini, kami berharap pelayanan keagamaan dan pendidikan dapat berjalan semakin optimal, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Papua,” ujar Gubernur.
Penyaluran hibah ini juga menjadi momentum bagi Pemprov Papua untuk mengajak berbagai pihak memperkuat kolaborasi pembangunan. Keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada keterlibatan multipihak yang bekerja dalam satu arah kebijakan.
Gubernur Matius menutup pernyataannya dengan ajakan untuk menjaga komitmen bersama. “Dengan kerja keras, integritas, dan doa dari seluruh masyarakat, Papua Cerah diyakini bukan sekadar cita-cita, melainkan masa depan yang sedang dan akan terus diwujudkan,” pungkasnya.
Informasi lengkap mengenai penyaluran dana hibah ini disampaikan melalui pernyataan resmi Pemerintah Provinsi Papua yang dirilis pada Rabu, 25 Februari 2026.
