Teknologi

Pengguna AS Boikot ChatGPT Usai OpenAI Gandeng Departemen Pertahanan, Claude Catat Kenaikan Unduhan Drastis

Advertisement

Kontroversi kerja sama OpenAI dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) langsung memicu reaksi keras dari warganet. Setelah CEO OpenAI Sam Altman mengumumkan kesepakatan pengerahan model AI ke jaringan pemerintah, aplikasi ChatGPT mengalami lonjakan uninstall signifikan dan penurunan unduhan, sementara pesaingnya, Claude, justru meraup keuntungan besar.

Kontroversi Kerja Sama OpenAI dan Departemen Pertahanan AS

Pada Jumat (27/2/2026), CEO OpenAI Sam Altman mengumumkan bahwa perusahaannya telah mencapai kesepakatan dengan Departemen Pertahanan AS. Kesepakatan ini bertujuan untuk mengerahkan model AI OpenAI di jaringan terklasifikasi milik pemerintah.

Altman menegaskan bahwa kerja sama tersebut tetap memegang dua prinsip utama. Prinsip tersebut adalah larangan pengawasan massal domestik dan tanggung jawab manusia atas penggunaan kekuatan, termasuk sistem senjata otonom.

Dalam unggahan di X, Altman menyatakan, “Departemen Perang menyetujui prinsip-prinsip ini, mencerminkannya dalam hukum dan kebijakan, dan kami memasukkannya ke dalam perjanjian kami.” OpenAI juga berjanji membangun perlindungan teknis tambahan dan membatasi penggunaan model di jaringan cloud.

Namun, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya meredam kekhawatiran publik. Sebuah Community Note di unggahan Altman menyoroti bahwa pejabat pemerintah menyatakan model OpenAI dapat digunakan untuk “semua tujuan yang sah secara hukum,” memicu kekhawatiran interpretasi luas terkait pengumpulan data pasca peristiwa 11 September.

Lonjakan Uninstall dan Penurunan Unduhan ChatGPT

Dampak kontroversi ini langsung terlihat pada performa aplikasi ChatGPT di pasar AS. Data dari perusahaan intelijen pasar Sensor Tower menunjukkan jumlah uninstall ChatGPT di Amerika Serikat melonjak 295 persen secara harian pada Sabtu (28/2/2026).

Sebagai perbandingan, dalam 30 hari sebelum pengumuman, tingkat uninstall harian ChatGPT rata-rata hanya sekitar 9 persen. Lonjakan ini sekitar 33 kali lipat dari pola normalnya, dinilai sebagai bentuk protes langsung pengguna.

Selain uninstall, pertumbuhan unduhan (download) ChatGPT di AS juga terdampak. Sensor Tower mencatat unduhan chatbot AI ini turun 13 persen secara harian pada 28 Februari, dan kembali turun 5 persen pada Minggu (1/3/2026).

Padahal, sehari sebelum pengumuman resmi, unduhan ChatGPT sempat tumbuh 14 persen. Gelombang protes juga tercermin dalam ulasan aplikasi, dengan jumlah rating bintang satu melonjak 775 persen pada Sabtu dan 100 persen pada Minggu, sementara rating bintang lima turun 50 persen.

Claude Untung Besar, Raih Peringkat Teratas

Di tengah penurunan performa ChatGPT, rivalnya, Claude buatan Anthropic, justru mencatat lonjakan signifikan. Unduhan Claude di AS naik 37 persen pada Jumat (27/2/2026) dan melonjak 51 persen pada Sabtu.

Lonjakan ini terjadi setelah Anthropic menyatakan tidak akan bekerja sama dengan Departemen Pertahanan AS. Perusahaan yang dipimpin Dario Amodei ini menolak kesepakatan karena kekhawatiran potensi penggunaan AI untuk pengawasan massal domestik dan sistem senjata otonom penuh.

Advertisement

Menurut Sensor Tower, Claude berhasil menempati posisi nomor satu di App Store AS pada Sabtu dan bertahan hingga awal pekan ini. Firma analitik Appfigures mencatat kenaikan unduhan Claude di AS mencapai 88 persen secara harian pada Sabtu, melampaui total unduhan harian ChatGPT untuk pertama kalinya.

Claude juga melesat ke posisi pertama di kategori aplikasi gratis paling banyak diunduh di App Store AS pada Sabtu malam, posisi yang sebelumnya didominasi ChatGPT. Aplikasi ini juga menjadi nomor satu di iPhone di Belgia, Kanada, Jerman, Luksemburg, Norwegia, dan Swiss.

Juru bicara Anthropic menyebut jumlah pengguna gratis meningkat lebih dari 60 persen sejak Januari, dengan pendaftaran harian memecahkan rekor sepanjang sejarah perusahaan selama sepekan terakhir. Jumlah pelanggan berbayar juga meningkat lebih dari dua kali lipat tahun ini.

Penolakan Anthropic memicu reaksi keras dari pemerintahan Presiden Donald Trump, yang memerintahkan lembaga federal menghentikan penggunaan teknologi Anthropic. Menteri Pertahanan Pete Hegseth bahkan meminta perusahaan tersebut ditetapkan sebagai risiko rantai pasok terhadap keamanan nasional.

Reaksi Publik dan Perpecahan Silicon Valley

Di media sosial, sejumlah pengguna menyatakan protes dan kekecewaannya terhadap OpenAI. Seorang pengguna di X menulis, “Saya baru saja membatalkan ChatGPT dan berlangganan Claude Pro Max.”

Pengguna lain menilai langkah Anthropic sebagai sikap prinsipil, sementara OpenAI dinilai terlalu kompromistis terhadap pemerintah. Seruan boikot dan hijrah massal dari ChatGPT pun bermunculan.

Situasi ini memperuncing perpecahan antara Silicon Valley dan Washington. Namun, sikap Anthropic justru mendapat simpati dari sebagian publik.

Meski demikian, ChatGPT masih menjadi pemain terbesar di pasar AI konsumen dengan 900 juta pengguna mingguan. OpenAI juga terus memperluas kemitraan bisnisnya, termasuk dengan berbagai perusahaan konsultasi global.

Informasi lengkap mengenai dampak kontroversi ini disampaikan melalui data perusahaan intelijen pasar Sensor Tower dan Appfigures, serta pernyataan resmi dari OpenAI dan Anthropic.

Advertisement