Berita

Percepatan Pemulihan Pidie Jaya: Mendagri Tito Tegaskan Prioritas Pembangunan Hunian Tetap dan Jembatan Permanen

Advertisement

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, menegaskan prioritas utama pembangunan infrastruktur serta penyediaan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya. Penegasan ini disampaikan Tito saat menghadiri acara buka puasa bersama masyarakat Pidie Jaya di Gedung Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Pidie Jaya, Aceh, pada Sabtu (21/2).

Prioritas Hunian Tetap (Huntap)

Tito Karnavian menekankan pentingnya percepatan pembangunan huntap agar warga yang rumahnya rusak berat atau hilang segera memperoleh kepastian tempat tinggal. Ia menjelaskan, proses pembangunan ini melibatkan pemerintah daerah (Pemda), terutama dalam memastikan validitas data penerima bantuan.

“Hunian tetap ini prosesnya melibatkan pemerintahan daerah, dan… pasti saya akan kejar bupati semua, gubernur saya pasti akan kejar [penyiapan datanya],” tegas Tito dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).

Lebih lanjut, Tito menyoroti bahwa ketepatan dan kelengkapan data dari Pemda menjadi faktor kunci dalam mempercepat pembangunan huntap. “Yang menjadi kunci untuk huntap, karena Pak Bupati bilang, ‘Tolonglah bangunkan huntap secepat mungkin’. Kecepatan membangun huntap itu nomor satu adalah data dari Pemda. Ini harus ditanya satu per satu warga ini,” jelasnya.

Pembangunan Jembatan Penghubung

Selain huntap, Mendagri juga menyoroti percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan penghubung yang rusak akibat bencana. Ia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) terkait pembangunan jembatan permanen dua jalur.

Pembangunan jembatan ini bertujuan memperlancar mobilitas warga dan distribusi logistik. “Menteri PU saya udah kontak tadi dan juga petugas PU. Menteri PU sampaikan sama saya… tadi barusan setengah jam lalu kontak-kontakan, dia bangun jembatan [permanen] di sebelahnya jembatan sementara yang roboh itu,” ungkap Tito.

Advertisement

Jalur tersebut merupakan akses strategis yang menghubungkan Kota Medan dengan Banda Aceh dan kerap dilalui truk-truk berukuran besar, sehingga membutuhkan konstruksi yang kuat dan andal.

Tantangan dan Langkah Jangka Panjang

Tito mengakui masih terdapat sejumlah persoalan di Pidie Jaya, seperti rumah warga yang terdampak lumpur serta sekitar 1.500 hektare sawah yang belum pulih. Pemerintah juga mempertimbangkan langkah jangka panjang berupa pembangunan sabo dam dan penguatan tanggul guna mengurangi risiko banjir susulan.

Koordinasi Lintas Kementerian dan Bantuan Sosial

Melalui koordinasi lintas kementerian dan dukungan Pemda, Tito berharap percepatan pembangunan infrastruktur dan huntap dapat berjalan efektif. Hal ini diharapkan dapat memastikan proses pemulihan di Aceh, khususnya Pidie Jaya, berlangsung menyeluruh dan memberikan kepastian bagi masyarakat terdampak.

Setelah acara buka puasa bersama, Tito menyerahkan bantuan kepada masyarakat berupa perlengkapan ibadah serta pakaian, seperti jilbab, celana, kemeja, jaket, dan rompi. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Tarawih bersama warga setempat.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Mendagri Muhammad Tito Karnavian yang dirilis pada Minggu, 22 Februari 2026.

Advertisement