Teknologi

Perplexity Hadirkan ‘Computer’, Agen AI Serbaguna dengan Fokus Keamanan Pasca Insiden OpenClaw

Advertisement

Tren agen kecerdasan buatan (AI agents) personal semakin memanas di awal tahun 2026. Setelah kemunculan Claude Code dan OpenClaw, kini giliran perusahaan mesin pencari AI, Perplexity, meluncurkan agen AI terbarunya bernama Perplexity Computer. Sistem ini diklaim menawarkan keamanan dan kemudahan operasional yang lebih baik dibandingkan para pesaingnya.

Perplexity Computer: Pekerja Digital Multimodel yang Adaptif

Perplexity mendeskripsikan “Computer” sebagai pekerja digital serbaguna yang mampu mengoperasikan antarmuka layaknya manusia. Agen AI ini dirancang untuk merancang dan mengeksekusi alur kerja kompleks secara utuh, bahkan dapat berjalan otomatis tanpa henti selama berjam-jam hingga hitungan bulan.

Keunggulan utama Perplexity Computer terletak pada kemampuannya menjadi “dirigen” bagi berbagai model AI. Sistem ini merajut kekuatan dari 19 model bahasa dari berbagai laboratorium riset terkemuka. Sebagai contoh, untuk tugas pengkodean, agen ini akan menggunakan model Opus 4.6. Namun, saat diminta melakukan riset mendalam, ia akan memanggil kemampuan Gemini. Sementara itu, untuk memproses gambar dan video, Perplexity Computer mengandalkan Nano Banana dan Veo 3.1. Ada pula Grok untuk tugas ringan yang membutuhkan kecepatan, serta ChatGPT 5.2 untuk urusan memori konteks panjang.

Belajar dari “Kekacauan” OpenClaw: Prioritas Keamanan Perplexity

Kehadiran Perplexity Computer seolah menjadi jawaban atas keresahan industri terhadap manuver agen AI lain seperti OpenClaw. OpenClaw adalah kerangka kerja agen AI otonom sumber terbuka ciptaan Peter Steinberger yang sempat viral pada Januari 2026. Berbeda dengan chatbot reaktif, OpenClaw bertindak sangat proaktif, memungkinkan pengguna mengendalikannya via WhatsApp atau Telegram untuk menjalankan perintah terminal, mengontrol peramban, hingga mengelola sistem PC secara mandiri selama 24 jam penuh.

Meskipun canggih, konsep akses lokal OpenClaw memicu perdebatan panas soal keamanan. Agen yang diberi kendali nyaris tak terbatas ke dalam sistem komputer pengguna rentan memicu risiko fatal. Jagat teknologi bahkan dihebohkan oleh insiden agen AI OpenClaw yang tak sengaja menghapus seluruh isi kotak masuk Gmail seorang direktur di Meta tanpa tersisa.

Advertisement

Berangkat dari celah keamanan tersebut, agen Perplexity Computer dirancang secara berbeda. Agen ini mengeksekusi tugas-tugasnya di dalam ruang yang terisolasi dan aman. Pendekatan ini menawarkan kemampuan otonom tingkat tinggi layaknya OpenClaw, namun tanpa risiko membahayakan perangkat pribadi pengguna.

Harga dan Ketersediaan: Akses Bertahap dan Sistem Penagihan Baru

Saat ini, Perplexity Computer baru dapat diakses melalui situs web perplexity.ai/computer dan belum tersedia di versi aplikasi seluler. Akses perdananya pun masih eksklusif, hanya bisa dijajal oleh pelanggan paket Perplexity Max yang dibanderol 200 dollar AS (sekitar Rp 3,1 juta) per bulan. Rencananya, akses ini akan digulirkan secara bertahap untuk pengguna paket Pro (20 dollar AS) dan Enterprise dalam beberapa minggu ke depan.

Mengingat agen AI secara konstan menyedot daya komputasi yang besar, Perplexity untuk pertama kalinya turut memperkenalkan sistem penagihan per-token (per-token billing) bagi konsumennya.

Informasi lengkap mengenai peluncuran Perplexity Computer ini dikutip dari KompasTekno yang merujuk pada laporan The Deep View.

Advertisement