Finansial

PHR Berhasil Tahan Laju Penurunan Produksi Migas Lewat Inovasi CEOR dan Efisiensi Operasional

Advertisement

Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 berhasil mendapatkan apresiasi atas empat proyek strategisnya dalam Rapat Kerja Manajemen Proyek (RKMP) 2026 yang diselenggarakan oleh SKK Migas. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan perusahaan dalam menjaga stabilitas produksi energi nasional melalui inovasi teknologi dan efisiensi operasional di wilayah kerja mereka.

Komitmen Ketahanan Energi Nasional

Direktur Utama PHR Muhamad Arifin menyatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan refleksi dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi energi nasional. Menurutnya, seluruh proyek yang dijalankan saling terintegrasi untuk memastikan ketersediaan energi bagi Indonesia.

“Penghargaan ini merupakan refleksi komitmen kami dalam menjaga ketahanan energi nasional. Dari peningkatan recovery factor melalui CEOR, percepatan pemboran untuk menjaga level produksi, hingga efisiensi ASR dan percepatan onstream lapangan baru, semuanya terintegrasi dalam satu tujuan: memastikan energi tetap tersedia untuk Indonesia,” ujar Muhamad Arifin dalam keterangan resminya.

Inovasi CEOR dan Optimalisasi Sumur Produksi

Salah satu pencapaian utama adalah proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Minas A yang meraih penghargaan kategori Onstream Ahead of POD. Program ini merupakan injeksi Alkali-Surfaktan-Polymer (ASP) komersial pertama di Indonesia yang diproyeksikan mampu meningkatkan recovery factor sebesar 13 hingga 17 persen. Inovasi ini berpotensi memperpanjang usia operasi di sejumlah lapangan besar seperti Minas, Bekasap, Balam, dan Bangko.

Selain itu, Program Well Connection PHR mendapatkan penghargaan kategori Best of Project Planning & Coordinating Performance. Pada tahun 2025, PHR mencatatkan realisasi pemboran sebanyak 605 sumur, melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 555 sumur. Langkah ini mencakup kegiatan sidetrack dan deepening yang berkontribusi langsung dalam meminimalkan penurunan alami pada reservoir mature di Zona Rokan.

Advertisement

Efisiensi Pasca Operasi dan Pengembangan Lapangan Baru

PHR juga menunjukkan keunggulan dalam tata kelola pasca operasi melalui proyek Abandonment and Site Restoration (ASR) Paket 1 dan 2 yang dinobatkan sebagai The Most Cost-Efficient ASR. Efisiensi ini dicapai melalui penggunaan dashboard monitoring berbasis Power BI dan strategi eksekusi campaign yang terukur untuk menuntaskan kewajiban dari operator sebelumnya.

Di sektor pengembangan, proyek Put on Production and Exploration (PoPE) Padang Pancuran (PPC-001) di Wilayah Kerja Jambi Merang telah mencapai tahap onstream pada 23 Desember 2025. Proyek ini menargetkan produksi awal sebesar 67 BOPD dengan proyeksi puncak mencapai 379 BOPD pada tahun 2026 mendatang.

Informasi lengkap mengenai pencapaian strategis ini disampaikan melalui pernyataan resmi manajemen Pertamina Hulu Rokan yang dirilis pada Jumat, 20 Februari 2026.

Advertisement