Berita

PKS Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace: Syaratkan Keberpihakan pada Kemerdekaan Palestina

Advertisement

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak pemerintah Indonesia untuk menarik diri dari keanggotaan Board of Peace (BoP) jika dewan yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tersebut tidak menunjukkan keberpihakan pada kemerdekaan Palestina. Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, menegaskan bahwa kemerdekaan Palestina merupakan amanat konstitusi yang tidak dapat ditawar. “Jika BoP tidak lagi mengarah pada keadilan bagi Palestina, maka keluar dari BoP adalah sebuah keharusan moral dan politik,” ujar Kholid dalam keterangan resminya pada Selasa, 10 Maret 2026.

Dukungan PKS terhadap Sikap Menteri Luar Negeri

PKS menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono yang menghentikan sementara seluruh pembahasan implementasi dalam Board of Peace. Muhammad Kholid, yang juga anggota Komisi XI DPR, menilai tindakan tersebut sebagai sikap yang tepat dan bermartabat dari pemerintah Indonesia.

“Kita tidak mungkin bicara tentang meja perdamaian ketika salah satu pihak yang terlibat justru bertindak sebagai agresor yang memantik dan memperluas api peperangan. Indonesia tidak akan membiarkan diplomasi dijadikan sekadar tameng bagi tindakan militer yang destruktif,” tegas Kholid.

Penegasan Prinsip Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Kholid juga menekankan pentingnya Indonesia untuk tetap konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Ia menyatakan bahwa Indonesia tidak boleh terseret dalam kepentingan kekuatan global manapun yang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

“Sikap bebas aktif berarti kita bebas menentukan kawan berdasarkan kebenaran, dan aktif berupaya menghapuskan penjajahan di atas dunia. Solidaritas internasional harus kita bangun untuk memastikan bahwa tidak ada tempat bagi pelanggar kedaulatan di forum-forum terhormat dunia,” ujar Kholid.

Advertisement

Diplomasi Kemanusiaan dan Stabilitas Kawasan

Lebih lanjut, Kholid kembali menegaskan bahwa diplomasi Indonesia harus tetap berlandaskan pada nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap perdamaian dunia.

“Diplomasi kita adalah diplomasi kemanusiaan. Sebagaimana kita menghitung setiap nyawa di Gaza, kita pun peduli pada stabilitas kawasan Timur Tengah secara luas,” tegas Kholid.

Informasi lengkap mengenai desakan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid yang dirilis pada Selasa, 10 Maret 2026.

Advertisement