Berita

Polri Perkuat Pengamanan Mudik Lebaran 2026, Soroti Peningkatan Patroli di Permukiman Ditinggal Warga

Advertisement

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan memperketat pengamanan selama masa libur Lebaran 2026 dengan meningkatkan intensitas patroli di sejumlah wilayah rawan. Fokus utama pengamanan adalah pada rumah-rumah kosong yang ditinggalkan penghuninya untuk mudik. Langkah ini merupakan bagian integral dari Operasi Ketupat 2026 yang bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Fokus Pengamanan Rumah Kosong

Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, Kepala Divisi Humas Polri, menekankan pentingnya pengawasan terhadap rumah kosong. “Rumah kosong jangan sampai menimbulkan kerawanan. Jangan sampai masyarakat pulang dari mudik justru menemukan hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Isir saat memimpin apel kesiapan Satgas Humas Operasi Ketupat 2026 di Lapangan Humas Polri, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Ia menegaskan, rumah yang ditinggal pemudik tidak boleh menjadi celah bagi potensi tindak kejahatan.

Pemanfaatan Fasilitas dan Imbauan Keamanan

Selain patroli, Polri juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas penitipan yang tersedia di kantor kepolisian terdekat. Masyarakat dapat menitipkan rumah atau kendaraan mereka di Markas Komando (Mako) Polsek atau Polres selama periode mudik. “Beberapa sarana yang ada di mako-mako, baik Polsek atau Polres, yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat kalau dia mudik dia mau titip umpamanya kendaraannya,” jelas Isir.

Isir turut mengingatkan pentingnya sosialisasi langkah-langkah pengamanan rumah sebelum ditinggalkan. Hal ini mencakup pemeriksaan instalasi listrik dan potensi risiko kebakaran, terutama mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu.

Advertisement

Dimensi Mudik dan Layanan Darurat Polri

Irjen Johnny Eddizon Isir menggarisbawahi bahwa mudik Lebaran memiliki dimensi religius, sosial, dan keamanan. “Ini kegiatan yang mengandung dimensi religius, sosial, dan kamtibmas. Harapannya situasi tetap kondusif sehingga masyarakat bisa menjalankan mudik dengan aman,” tuturnya. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan bekerja sama menjaga situasi tetap kondusif.

Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan layanan call center 110 Polri yang beroperasi 24 jam dan bebas biaya. Layanan ini dapat digunakan untuk melaporkan gangguan keamanan atau kondisi darurat selama perjalanan mudik. “Kalau masyarakat membutuhkan layanan apa pun terkait keamanan dan keselamatannya, silakan memanfaatkan layanan 110,” pungkas Isir. Operasi Ketupat 2026 sendiri akan berlangsung selama dua pekan, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Informasi mengenai peningkatan pengamanan dan imbauan mudik Lebaran 2026 ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir pada Rabu, 11 Maret 2026.

Advertisement